- Harga TBS kelapa sawit sepekan terakhir mengalami penurunan drastis.
- Petani mengeluhkan kondisi ini terjadi saat harga pupuk melejit signifikan.
- Sementara Bupati Siak melakukan sidak ke perusahaan kelapa sawit.
SuaraRiau.id - Harga Tandan Buah Segar (TBS) di Kabupaten Siak mengalami penurunan yang cukup signifikan. Sebelumnya, harga kelapa sawit di petani dibanderol Rp3.100 per kilogramnya.
Namun, sepekan terakhir, terjadi penurunan mulai dari Rp800 hingga Rp1.200 dalam setiap kilogramnya.
Rian Saputra (31), petani sawit di Kecamatan Mempura mengaku terkejut atas penurunan harga TBS yang cukup besar dan cepat.
"Awalnya turun Rp500 per kilogramnya, pengepul membeli sawit petani dengan harga Rp2.550 per kilogramnya," kata Rian kepada Suara.com, Senin (25/5/2026).
Menurutnya, harga TBS terus mengalami penurunan hingga pekan ini mencapai Rp800 per kilogramnya.
"Sekarang dibeli dengan harga Rp2.050 per kilogramnya. Sangat turun drastis," tambahnya.
Dijelaskan Rian, penurunan harga sawit tersebut tidak sebanding dengan harga pupuk yang mengalami kenaikan signifikan.
"Pupuk sangat mahal, harga sawit malah turun terus. Tentunya tidak sebanding harga dengan operasional dan perawatannya sendiri," sebut Rian.
Atas kondisi itu, Bupati Siak Afni Zulkifli mengingatkan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dan pelaku usaha perkebunan lainnya agar tidak mempermainkan harga sawit petani swadaya.
Afni menyampaikan Pemkab Siak akan mengambil tindakan tegas terhadap pihak yang terbukti melakukan manipulasi harga di luar ketentuan yang berlaku.
Peringatan itu disampaikan saat melakukan sidak ke beberapa PKS, Senin (25/5/2026). Di hari itu, Bupati juga mengeluarkan surat imbauan langkah antisipatif menjaga stabilitas harga TBS dan kondusifitas daerah pasca kebijakan tata kelola ekspor sumber daya alam.
Dalam imbauannya, Afni menyebut Pemkab Siak mencermati adanya penurunan harga pembelian TBS di tingkat petani swadaya secara signifikan, bahkan hingga ke Rp.1.000-1.500/Kg, sementara harga Crude Palm Oil (CPO) dunia tidak mengalami penurunan signifikan.
"Jika masih tetap melakukan tindakan mengambil untung besar dengan upaya mempermainkan harga TBS petani mandiri dengan memanfaatkan situasi, pasti akan ada penindakan tegas terhadap setiap bentuk pelanggaran atau manipulasi harga yang berada di luar koridor aturan yang berlaku," tegas Afni.
Bupati perempuan pertama di Siak itu menjelaskan, harga TBS petani sawit swadaya dilaporkan turun hingga Rp800 sampai Rp1.500 per kilogram.
Padahal, kebijakan tata kelola ekspor CPO dan turunannya satu pintu yang disampaikan Presiden Prabowo baru akan diterapkan pada Januari 2027.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
Terkini
-
Agrinas Klaim Laba Bersih Rp27 Miliar, Petani Sawit Sebut Padahal Bisa Cuan Triliunan
-
Kronologi Bocah Tewas Diduga Diterkam Harimau di Area HTI Pelalawan
-
Ombudsman Tinjau Langsung Fasilitas dan Pelayanan di Kantor Imigrasi Kelas II TPI Siak
-
Investasi ORI030 di BRI, Nikmati Kupon Tetap Hingga 7,00% per Tahun
-
Tentang Tiongkok, Sosialisme yang Mengabdi kepada Rakyat