- Kasus kematian sopir truk minyak goreng di Pekanbaru akhirnya terungkap.
- Polresta Pekanbaru mengamankan para pelaku pembunuhan berencana.
- Pelaku merupakan rekan korban sesama sopir yang ingin menguasai muatan.
Korban kemudian diduga diserang dan diikat. Wajah korban dilakban hingga tidak bisa bernapas. Hasil visum juga menemukan adanya luka akibat kekerasan benda tumpul pada tubuh korban.
FG diduga berperan sebagai otak pembunuhan sekaligus ikut mengikat dan melakban korban.
ZN dan AN membantu proses pengikatan, sedangkan tersangka AS disebut menyediakan lakban serta airsoft gun untuk memperkuat skenario perampokan.
Setelah korban tewas, para pelaku berencana menjual muatan minyak goreng dalam truk. Namun rencana tersebut gagal setelah pihak perusahaan ekspedisi curiga terhadap pergerakan GPS kendaraan.
Truk yang seharusnya menuju Lampung justru terdeteksi berputar-putar di wilayah Riau sebelum sinyal GPS menghilang. Kecurigaan itu membuat pihak perusahaan melapor ke Polsek Payung Sekaki.
Saat dilakukan pengecekan di lokasi terakhir kendaraan, polisi menemukan jasad korban di dalam truk ekspedisi.
"Ketika petugas datang ke lokasi dan meminta keterangan saksi, ada yang melihat seseorang melarikan diri dari sekitar tempat kejadian," ungkap Muharman.
Polisi kemudian memburu para pelaku hingga berhasil menangkap FG dan ZN di Sumatera Utara serta AS di wilayah Mandau, Riau pada 21-22 Mei 2026.
Dua tersangka dilaporkan terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan di bagian kaki karena diduga melakukan perlawanan saat hendak diamankan.
Saat ini ketiga tersangka dijerat pasal pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup.
Polisi juga masih memburu AN yang diduga terlibat langsung dalam aksi pembunuhan tersebut.
"Hasil urine para tersangka negatif. Motif pelaku katanya untuk memenuhi kebutuhan ekonomi," tegas Muharman.
Kontributor : Rahmat Zikri
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Diselimuti Kabut Asap, Kualitas Udara Pekanbaru Sangat Tidak Sehat
-
Pamer Tuak di Pacu Jalur, TikToker asal Sumut Akhirnya Minta Maaf
-
Pemadaman Karhutla di Pelalawan Terhambat Angin Kencang dan Asap Pekat
-
3 Oknum Polsek Rupat Utara Terbukti Bersalah Diminta Pindah ke Luar Riau
-
Pekanbaru Masih Dikepung Kabut Asap Kiriman Pelalawan