Eko Faizin
Minggu, 24 Mei 2026 | 15:46 WIB
Para pelaku perampokan dan pembunuhan berencana sopir truk di Kota Pekanbaru digiring polisi, Minggu (24/5/2026). [Suara.com/Rahmat Zikri]
Baca 10 detik
  • Kasus kematian sopir truk minyak goreng di Pekanbaru akhirnya terungkap.
  • Polresta Pekanbaru mengamankan para pelaku pembunuhan berencana.
  • Pelaku merupakan rekan korban sesama sopir yang ingin menguasai muatan.

Korban kemudian diduga diserang dan diikat. Wajah korban dilakban hingga tidak bisa bernapas. Hasil visum juga menemukan adanya luka akibat kekerasan benda tumpul pada tubuh korban.

FG diduga berperan sebagai otak pembunuhan sekaligus ikut mengikat dan melakban korban.

ZN dan AN membantu proses pengikatan, sedangkan tersangka AS disebut menyediakan lakban serta airsoft gun untuk memperkuat skenario perampokan.

Setelah korban tewas, para pelaku berencana menjual muatan minyak goreng dalam truk. Namun rencana tersebut gagal setelah pihak perusahaan ekspedisi curiga terhadap pergerakan GPS kendaraan.

Truk yang seharusnya menuju Lampung justru terdeteksi berputar-putar di wilayah Riau sebelum sinyal GPS menghilang. Kecurigaan itu membuat pihak perusahaan melapor ke Polsek Payung Sekaki.

Saat dilakukan pengecekan di lokasi terakhir kendaraan, polisi menemukan jasad korban di dalam truk ekspedisi.

"Ketika petugas datang ke lokasi dan meminta keterangan saksi, ada yang melihat seseorang melarikan diri dari sekitar tempat kejadian," ungkap Muharman.

Polisi kemudian memburu para pelaku hingga berhasil menangkap FG dan ZN di Sumatera Utara serta AS di wilayah Mandau, Riau pada 21-22 Mei 2026.

Dua tersangka dilaporkan terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan di bagian kaki karena diduga melakukan perlawanan saat hendak diamankan.

Saat ini ketiga tersangka dijerat pasal pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Polisi juga masih memburu AN yang diduga terlibat langsung dalam aksi pembunuhan tersebut.

"Hasil urine para tersangka negatif. Motif pelaku katanya untuk memenuhi kebutuhan ekonomi," tegas Muharman.

Kontributor : Rahmat Zikri

Load More