Eko Faizin
Minggu, 24 Mei 2026 | 13:28 WIB
video sebuah hotel di Pekanbaru diserbu warga saat pemadaman listrik total, Jumat (24/5/2026). [Ist]
Baca 10 detik
  • Pemadaman listrik massal diwarnai antrean panjang di hotel Pekanbaru.
  • Sebuah video menampilkan antrean tamu yang ingin menginap di hotel.
  • Bahkan, beberapa pemesanan hotel secara online mengalami kendala.

SuaraRiau.id - Fenomena sejumlah warga memilih menginap di hotel dampak pemadaman listrik massal (blackout) terjadi di Pekanbaru, Jumat (22/5/2026) malam.

Berdasarkan akun Instagram hotel di Pekanbaru @thezuri.pekanbaru, salah satu warga mengabadikan momen berburu tempat menginap di hotel setelah listrik padam pada Jumat sekitar pukul 18.44 WIB.

Dalam video yang dibagikan, terlihat antrean panjang warga di bagian resepsionis.

"Saat tiba di hotel sekitar pukul 20.45 WIB, kondisi lobby masih terlihat normal dan belum terlalu ramai. Namun suasana berubah cepat," tulis keterangan video, dikutip Minggu (24/5/2026).

Dalam menuturannya, antrean tamu di lobby hotel sudah membludak sekitar pukul 21.50 WIB.

"Banyak warga datang mencari kamar demi bisa beristirahat dengan nyaman di tengah kondisi listrik yang belum kunjung menyala," jelasnya.

Bahkan, beberapa pemesanan hotel secara online dikabarkan mengalami kendala karena tingginya permintaan kamar dalam waktu singkat.

Diketahui, blackout terjadi serentak di yakni Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, dan Lampung pada Jumat 22 Mei malam.

Sementara itu, PLN menyatakan blackout di wilayah Sumatera dipicu gangguan pada jaringan transmisi Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kiloVolt ruas Lubuklinggau-Lahat.

Gangguan tersebut disebut terjadi akibat sambaran petir dan penebangan pohon yang berdampak pada ketidakseimbangan sistem interkoneksi kelistrikan Sumatera.

Akibatnya, pasokan listrik terputus secara luas mulai dari wilayah Lampung hingga Aceh.

PLN menyebut saat ini proses pemulihan sistem terus dilakukan secara bertahap dan mengimbau masyarakat tetap tenang selama proses normalisasi berlangsung.

Load More