Wanita di Siak tega menganiaya anak tiri hingga meninggal. [Dok polisi]
Baca 10 detik
- Seorang anak di Siak mengalami kekerasan fisik hingga meninggal dunia.
- Korban awalnya mendapat penganiayaan beberapa kali dari ibu tirinya.
- Korban sempat mengalami kejang-kejang hingga tidak sadarkan diri.
Pada Sabtu (9/5/2026), polisi melakukan interogasi terhadap SA di kediamannya sebelum akhirnya membawa pelaku ke Mapolres Siak untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Selain mengamankan tersangka, polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa satu buah batu bata, satu buah gagang sapu, pakaian korban dan pakaian tersangka.
"Atas perbuatannya, SA dijerat dengan Pasal 80 ayat (3) jo ayat (4) jo Pasal 76C Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Pelaku terancam hukuman berat atas kekerasan terhadap anak di bawah umur yang menyebabkan kematian," tegasnya.
Kontributor : Alfat Handri
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
- 4 Zodiak Paling Beruntung pada 27 Juni 2026, Siap-siap Jadi Magnet Uang
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
Pilihan
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
Terkini
-
PNM Raih Indonesia Most Trusted Companies, Bukti Patuh Tata Kelola Hulu ke Hilir
-
23 Juta Nasabah Terlayani, Dampak Bagi Keluarga Prasejahtera Semakin Nyata
-
Melihat Lebih Dekat Teknologi Pembakaran Sampah Jadi Listrik di Tiongkok
-
Belajar Bisnis Media di Chongqing, Bantu Branding Daerah lewat Influencer
-
Membuka Jalan untuk Difabel, PNM Hadirkan Pelatihan Vokasi Menuju Kemandirian