- Polres Siak mengungkap temuan baru terkait siswa SMP Islamic Center tewas akibat ledakan.
- Kasatreskrim menyatakan membeli bahan rakitannya lewat online dan belajar dari YouTube.
- Sejalan dengan itu, polisi menetapkan guru sains SMP Islamic Center sebagai tersangka.
SuaraRiau.id - Kasatreskrim Polres Siak AKP Kosmos Parmulais mengungkap temuan baru terkait insiden siswa SMP Islamic Center, MA (15) yang meninggal akibat ledakan beberapa waktu lalu.
Dalam keterangan persnya, Kosmos menyebut dari keterangan para saksi korban meracik berbagai bahan untuk menjadi bahan peledak melalui YouTube yang berbahasa Inggris.
"Korban belajar merakit dan meracik bahan peledak melalui YouTube berbahasa Inggris," katanya, Selasa (14/4/2026).
Kosmos menyatakan jika korban MA merakit peraga praktiknya dengan membeli bahan-bahannya melalui online. Dari berbagai bahan itu diracik sendiri melalui panduan YouTube.
"Bahan bahan seperti arang bambu, bahan pupuk dia racik sendiri agar menjadi mesiu yang bisa meledak. Korban membelinya melalui online. Ini juga sedang didalami untuk besaran jumlahnya. Dan kita masih menunggu hasil labor," ujar Kasatreskrim.
Terkait insiden tersebut, polisi menyita sejumlah barang barang bukti yang terdiri dari pecahan printing 3D berbentuk popor dan lade, satu buah besi besi hitam berukuran panjang 70,5 cm.
Kemudian satu besi hitam berukuran panjang 81 cm, serbuk warna hitam yang berada di dalam kotak plastik dan empat buah potongan obat nyamuk didalam kotak plastik.
Lalu satu sendok berwarna hijau, satu buah mancis berwarna orange, satu lembar potongan kain yang berada didalam kotak plastik, 8 buah sumbu berwarna hijau dalam kotak plastik, dan 60 buah besi bulat, satu buah keranjang abu abu.
Ditambah, satu HP merek OPPO warna biru, satu laptop merek ACER ASPIRE 5 warna abu gelap, satu Kamera Canon, dan satu Printer 3D merk BAMBULAB A1 dengan warna putih silver.
Guru Sains jadi tersangka
Polres Siak menetapkan guru sains SMP Islamic Center berinisial IP (35) sebagai tersangka atas meninggalnya siswanya akibat ledakan senapan rakitan saat praktik.
Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Isyam menyatakan IP ditetapkan tersangka lantaran diduga karena kealpaannya sehingga mengakibatkan MA meninggal dunia.
"Tersangka sudah mengetahui bahwa proyek sains siswa tersebut menggunakan bahan yang dapat meledak," ujar Kapolres, Selasa (14/4/2026).
AKBP Sepuh menambahkan kendati sudah mengetahui cara kerja dan bahan yang digunakan korban, sang guru memberikan izin untuk mempraktekkannya.
"Korban sudah memaparkan cara kerja dan bahan yang digunakan, namun tersangka tetap memberikan izin kepada siswa untuk mempraktikkan hasil karyanya dengan cara menembakkan senjata tersebut di lapangan," tambahnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-Tiba Muncul di Layar HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- 4 Moisturizer Skintific untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Puluhan Jemaat Gereja di Indragiri Hulu Diduga Keracunan Makanan
-
Kasus Dugaan Pemerkosaan Mahasiswi di Riau, Keluarga Korban Tolak Damai
-
Antrean Solar Mengular, Polisi Temukan Gudang Penimbunan BBM di Pekanbaru
-
Exclusive Healthcare Services Prodia, Keuntungan Khusus Nasabah BRI
-
Bukan Sekadar SUV, Hyundai Tawarkan Pengalaman Kepemilikan CRETA yang Worry Free