- Penjahit lokal di Siak mengungkapkan kecewaan perihal proyek seragam sekolah.
- Awalnya, pengadaan seragam sekolah gratis bakal melibatkan UMKM-UMKM lokal.
- Penjahit menilai, Pemkab lambat sosialisasi proyek seragam bernilai Rp7 miliar itu.
"Dimana mana dan dalam soal apapun harga custom pasti lebih mahal. Sebab ada tanggung jawab," tambah dia.
Pejahit lokal, kata Febri, harus datang ke sekolah mendata ukuran hingga bemar benar sesuai dan nyaman dipakai oleh siswa dan siswi.
"Dari proses itu saja tentukan sudah berbeda, bisa jadi kalau pabrikan hanya dibagi berbagai ukuran kemudian dibagikan. Pelaksanaan dan tanggung jawabnya pasti berbeda," tegasnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Siak, Romi Lesama mengatakan, pengadaan seragam gratis untuk siswa SD dan SMP sepenuhnya dilaksanakan oleh pemenang.
"Kami sudah tawarkan ke UMKM Siak namun tak tercapai kesepakan antara penyedia kepada UMKM Siak," katanya, Selasa (21/4/2026).
Tidak bertemunya kesepakatan antara penyedia (pemenang lelang) dengan UMKM Siak terhadap upah pengerjaannya.
"Ternyata upahnya tidak cocok, di HPS (harga perkiraan sendiri) upah Rp45.000 namun UMKM di Siak minta upah Rp 100.000 dalam setiap pasangnya. Sudah dilakukan rapat tetapi tetap tidak mencapai kesepakatan," sebut Romi.
Selain itu, secara aturan, pada pekerjaan sebenarnya tidak dibolehkan untuk di-sub-kan lagi. Sebab, pekerjaan pokok harus dikerjakan oleh penyedia.
Romi menyampaikan, penyedia juga menawarkan agar para penjahit lokal untuk menjahit dasi, kacu dan lain lain. Namun, itu ditolak UMKM lokal lantaran meminta supaya mendapatkan menjahit yang pokok (seragam).
Kendati demikian, dia optimis bahwa untuk kedepannya menjahit pakaian seragam sekolah gratis ini bisa dilakukan oleh UMKM lokal.
"Mungkin tahun depan diupayakan bisa ikut mengerjakan," ujarnya.
Kontributor : Alfat Handri
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- 5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
- 12 Promo Makanan Hari Kartini 2026, Diskon Melimpah untuk Rayakan Momen Spesial
Pilihan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
Terkini
-
Batal Dapat Proyek Seragam Gratis, Penjahit di Siak: Janji Cuma Harapan Palsu
-
Tabrakan Minibus vs Truk di Tol Pekanbaru-Dumai, Dua Meninggal
-
Sempat Duel, Pria di Siak Dibacok Maling saat Pergoki Pencurian Kantor Desa
-
BRI Hadirkan Money Changer di Motaain, Nusa Tenggara Timur: Dorong Ekonomi Perbatasan
-
Dari Rengginang Laut, Ibu Eko Melanjutkan Semangat Kartini di Pesisir Rembang