- Galangan kapal terpadu dibangun di Kawasan Industri Tanjung Buton Siak.
- Bupati Siak Afni meresmikan langsung galangan kapal terbesar se-Sumatera.
- Pihak swasta PT MNS menanamkan nilai investasi senilai Rp300 miliar lebih.
SuaraRiau.id - Pemkab Siak meresmikan pembangunan galangan kapal terpadu milik PT Mitra Nusantara Shipyard (MNS) di Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB), Senin (20/4/2026).
Bupati Siak Afni Zulkifli menyatakan galangan kapal tersebut diproyeksikan menjadi pusat layanan perbaikan dan pembangunan kapal terbesar se-Sumatera.
"Ini menjadi awal kebangkitan KITB yang baik. Saya berterima kasih kepada PT MNS yang dengan berani mengucurkan investasi besar di KITB. Kepercayaan investor adalah modal agar kawasan ini terus berkembang ke depan," kata Bupati dalam sambutannya.
Afni menuturkan, Pemkab Siak berhasil meyakinkan PT MNS untuk menanamkan nilai investasi senilai Rp300 miliar lebih, dimana tahap pertamanya direalisasikan sebesar Rp100 miliar lebih.
Nilai investasi tersebut terjadi di tengah tekanan fiskal daerah dengan menggebrak sektor Industri maritim yang selama ini nyaris tidur di KITB.
Bupati Afni berharap kawasan KITB menjadi jantung ekonomi baru di Siak, Provinsi Riau dan Sumatera. Hal tersebut lantaran lokasi ini menjadi jalur distribusi pasokan komoditi baik ke dalam maupun keluar Riau, bahkan lintas negara.
Dengan menggandeng pihak swasta menanamkan investasi di Siak, diharapkan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
"Meski sempat ditinggal dalam kondisi sulit, pelan-pelan KITB kita benahi. Kawasan ini menjadi harga mati untuk terus dikembangkan. Saya juga meminta agar kawasan ini ditata ulang," ungkapnya.
Afni mengharapkan investasi dipermudah, proses izin dipercepat, aturan hukumnya diperjelas, agar investor tidak ragu dan memiliki kepastian berinvestasi.
"Saya ingatkan kepada jajaran saya, jangan ada pungli-pungli kepada para investor," tegasnya.
Bupati Afni mengapresiasi komitmen PT MNS mengucurkan investasi besar di KITB, menandai babak baru geliat ekonomi sektor maritim di kawasan industri tersebut.
Dia menambahkan, Kementerian Perhubungan juga berjanji bahwa pengelolaan Kawasan Pelabuhan akan diberikan Kembali kepada Badan Usaha Pelabuhan (BUP) milik daerah.
"Saya juga mohon doa, agar pelabuhan di kawasan ini kembali kita Kelola. Pasca ambruknya jembatan pelabuhan, saya langsung menghadap Bapak Menteri Perhubungan. Alhamdulillah beliau berjanji pengelolaan kawasan ini akan tetap diberikan kepada BUMD Siak, dengan catatan BUP-nya harus baru. Sekarang ini tengah kita siapkan," ungkap Afni.
Diketahui, peresmian pembangunan galangan kapal ini dilakukan langsung Bupati Siak Afni didampingi jajaran komisaris dan direksi PT MNS serta jajaran komisaris dan direksi PT KITB, Forkompimda, Kadin Riau, DPRD, LAM Siak dan masyarakat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Ketua PP Siak Terlibat Kecelakaan: Renggut Nyawa Pelajar, Belum Ditetapkan Tersangka
-
Diduga Main HP saat Nyetir, Ketua PP Siak Diperiksa usai Kecelakaan Maut di Perawang
-
Kronologi Kecelakaan Land Cruiser Ketua PP Siak, Tewaskan Pemotor Remaja
-
Land Cruiser Ketua Ormas di Siak Tabrak Motor, Satu Pelajar Tewas, 2 Luka Berat
-
65 Orang Jadi Tersangka Karhutla Riau, Lahan Terbakar Capai 3.394 Hektare