- Pemprov Riau meminta bantuan kepada Pemerintah Pusat terkait relokasi TNTN.
- Plt Gubri SF Hariyanto mengatakan pihaknya sedang berkoordinasi dengan Pusat.
- Pemerintah ingin memastikan setiap keputusan yang diambil semua pihak terkait.
SuaraRiau.id - Plt Gubernur Riau (Gubri) SF Hariyanto mengatakan, Pemprov sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat perihal lahan baru untuk relokasi masyarakat wilayah Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN).
Pemprov Riau juga menyampaikan siap mendukung pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) untuk membatalkan sertifikat tanah yang berlokasi di kawasan TNTN.
"(Upaya relokasi) Masih berlangsung, Pemprov sudah minta ke pusat untuk disediakan lahan baru. Karena sekarang lahannya belum ada," kata SF Hariyanto dikutip dari Riauonline--jaringan Suara.com, Rabu (22/4/2026).
Pembentukan Pokja ini diwacanakan untuk mendorong percepatan pemulihan kawasan hutan, khususnya di wilayah TNTN yang selama ini menghadapi persoalan tumpang tindih kepemilikan lahan.
Sementara Asisten I Setdaprov Riau, Zulkifli Syukur menurutkan jika pembatalan sertifikat tanah ini adalah isu dilematis.
Namun, Pemprov Riau menyatakan komitmennya dalam mendukung proses tersebut, meski diakui tidak mudah dan sarat tantangan di lapangan.
"Jadi, intinya untuk pembatalan surat tanah ini penuh dilematis sebenarnya. Namun, hal itu tidak membuat kita berhenti bagaimana untuk menyelesaikannya," ungkap Zulkifli, Senin (20/4/2026).
Menurutnya, Pemerintah Pusat ingin memastikan bahwa setiap keputusan yang diambil memiliki dasar yang kuat dan melibatkan semua pihak terkait.
"Sehingga, kita harus membentuk pokja kecil untuk mengurus permasalahan pembatalan sertifikat," terang Zulkifli.
Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa proses pembatalan sertifikat tidak dilakukan sembarangan dan benar-benar hanya dilakukan untuk tanah yang berada di kawasan hutan lindung.
Pemerintah akan mengacu pada regulasi yang berlaku serta hasil kajian teknis dari instansi terkait, terutama Kementerian ATR/BPN.
"Oleh karena itu, Pemprov Riau sangat mendukung dari sisi teknis regulasi yang dilakukan kawan-kawan ATR/BPN," jelasnya.
Kemudian, pihaknya juga mengajak sinergi diantara instansi terkait demi keberhasilan kebijakan ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
Terkini
-
Polisi Telusuri Penyalahgunaan BBM Subsidi di Rohil, Ungkap Modusnya
-
Penampakan Desain Flyover Simpang Panam, Sarat Ornamen Khas Melayu
-
Dugaan Kekerasan Oknum Polisi di Rupat Utara Dilaporkan ke Komnas HAM dan LPSK
-
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
-
Siswa SMK di Pekanbaru Meninggal usai Kelahi dengan Teman, Kencing Berwarna Hitam