Eko Faizin
Minggu, 19 April 2026 | 08:29 WIB
Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto. [Dok Mediacenter Riau]
Baca 10 detik
  • Pemprov Riau menyiapkan sanksi untuk sekolah yang menggelar perpisahan di hotel.
  • Plt Gubernur Riau menyebut aturan itu untuk melindungi orangtua dari beban tambahan.
  • Kegiatan di hotel memicu biaya tinggi adanya sewa tempat, konsumsi, hingga dekorasi.

SuaraRiau.id - Pemprov Riau meminta seluruh SMA/SMK negeri dan SLB untuk tidak menggelar acara perpisahan sekolah secara mewah di hotel.

Plt Gubernur Riau SF Hariyanto mengungkapkan jika kebijakan tersebut bertujuan melindungi orangtua dari beban biaya tambahan yang tidak sedikit.

"Kita minta sekolah untuk menggelar perpisahan di sekolah saja. Apalagi, kondisi saat ini mengalami efisiensi. Jangan lagi menambah beban orangtua," katanya, Jumat (17/4/2026).

SF Hariyanto menyampaikan, Dinas Pendidikan (Disdik) Riau akan memberikan sanksi terhadap sekolah yang tidak mengikuti aturan tersebut.

"Akan kita berikan sanksi. Sekolah yang tidak mengikuti imbauan ini, akan kita minta Disdik untuk panggil dan disanksi," tegas dia.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Riau Erisman Yahya mengatakan, pihaknya selama ini menerima banyak keluhan dari orangtua.

Keluhan itu terkait iuran perpisahan yang dinilai memberatkan, terutama jika kegiatan dilaksanakan di hotel dengan berbagai kebutuhan tambahan.

Erisman menilai, pelaksanaan perpisahan di lingkungan sekolah justru lebih memiliki nilai emosional dan kedekatan bagi siswa.

Menurutnya, kegiatan di hotel umumnya memicu biaya tinggi karena adanya sewa tempat, konsumsi, hingga dekorasi yang akhirnya dibebankan kepada orang tua melalui iuran.

"Banyak orang tua sebenarnya merasa keberatan, tapi memilih tidak menyampaikan secara terbuka karena tidak ingin terjadi polemik dengan sekolah atau komite," tutur Erisman.

Disdik Riau menilai, perpisahan tidak harus identik dengan kemewahan. Justru, konsep sederhana di sekolah diharapkan dapat membentuk karakter siswa agar tidak terbiasa dengan gaya hidup berlebihan.

Erisman berharap seluruh kepala sekolah, komite, serta Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) dapat mendukung kebijakan tersebut demi kepentingan bersama.

"Jangan sampai kegiatan tambahan seperti perpisahan justru menjadi beban bagi orangtua siswa," sebutnya.

Load More