- Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto menanggapi kebijakan relokasi masyarakat kawasan TNTN.
- Dia menegaskan pemerintah menyiapkan relokasi terencana dan berkeadilan terkait hak-hak warga.
- Pemprov Riau telah mengambil langkah awal dengan mengusulkan penyediaan lahan pengganti.
SuaraRiau.id - Protes massa terhadap rencana kebijakan relokasi masyarakat di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) kembali dilakukan, Senin (13/4/2026).
Plt Gubernur Riau (Gubri), SF Hariyanto, menegaskan komitmen pemerintah dalam menyiapkan relokasi warga TNTN secara terencana dan berkeadilan, dengan tetap melindungi hak-hak warga.
"Kami baru saja menerima perwakilan dari Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Pelalawan soal relokasi TNTN. Usulan-usulan yang mereka sampaikan di forum dialog tadi, kami terima dan akan diskusikan," kata Plt Gubernur dalam keterangannya.
SF Hariyanto menyampaikan hal itu saat menerima perwakilan Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Pelalawan yang menggelar aksi di Kantor Gubernur Riau, Senin (13/4/2026).
Menurutnya, Pemprov Riau telah mengambil langkah awal dengan mengusulkan penyediaan lahan pengganti kepada pemerintah pusat sebagai bagian dari solusi relokasi yang komprehensif.
"Soal lahan pengganti sudah kami sampaikan ke pusat, sudah kami surati ke pusat," jelasnya.
Dari data Pemprov Riau, sekitar 10.600 hektare lahan di TNTN saat ini ditempati oleh 3.916 kepala keluarga (KK).
Dari jumlah tersebut, relokasi yang telah terealisasi baru mencapai 633 hektare atau mencakup 227 KK. Artinya, masih diperlukan sekitar 9.966 hektare lahan pengganti yang telah dipetakan.
Namun, pelaksanaannya membutuhkan dukungan kebijakan dari pemerintah pusat. Meski demikian, Pemprov Riau menyatakan siap mengawal proses tersebut hingga tuntas.
SF Hariyanto juga menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam mempercepat penyelesaian persoalan di kawasan TNTN.
Dia mengapresiasi warga yang telah menunjukkan itikad baik dengan menyerahkan sertifikat sebagai bagian dari proses relokasi.
"Kami juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang sudah banyak menyerahkan sertifikat untuk relokasi," sebut SF Hariyanto.
Ia memastikan, selama proses relokasi belum berjalan sepenuhnya, masyarakat tetap dapat beraktivitas seperti biasa tanpa adanya gangguan.
"Selama belum direlokasi, masyarakat tidak akan diganggu. Silakan tetap beraktivitas, termasuk panen," tegas SF Hariyanto.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Kronologi Kecelakaan Land Cruiser Ketua PP Siak, Tewaskan Pemotor Remaja
-
Land Cruiser Ketua Ormas di Siak Tabrak Motor, Satu Pelajar Tewas, 2 Luka Berat
-
65 Orang Jadi Tersangka Karhutla Riau, Lahan Terbakar Capai 3.394 Hektare
-
Kompolnas Minta Polda Riau Perketat Pengawasan Psikologis Polisi usai Kasus Brigadir WP
-
Pemkot Pekanbaru Tempatkan PPPK Paruh Waktu di Setiap RW