- Pohon-pohon rindang sepanjang Jalan Raja Kecik tumbang dibabat.
- Padahal, hutan tengah kota Siak tersebut merupakan habitat kera.
- Warga mengatakan, sering terjadi interaksi antar masyarakat dan kera.
SuaraRiau.id - Hutan di sepanjang Jalan Raja Kecik menuju RSUD Tengku Rafian Siak telah dibabat habis. Padahal kawasan tersebut merupakan habitat kera yang setiap petang menampakkan diri.
Seorang warga Siak, Ijal mengatakan tak menemukan lagi setiap petang, hewan primata itu bermain di tepian hutan di sepanjang Jalan Raja Kecik.
"Sejak hutan itu tebang sudah jarang tampak kera bermain 'akrab' dengan warga dan para pejalan kaki yang melintasi jalan," ujarnya kepada Suara.com, Selasa (21/4/2026).
Kata Ijal, interaksi antar warga dan kera di tempat tersebut. Tak jarang para pejalan kaki bahkan pemakai sepeda motor berhenti untuk berbagi makanan kepada monyet.
Kini, ratusan kera yang kini kehilangan tempat tinggalnya juga banyak datang ke rumah warga sekitar untuk mendapatkan makanan.
"Tempat tinggal sudah hilang, kini banyak kera datangi rumah rumah warga sekitar untuk mendapatkan makanan," ungkapnya.
Bukan hanya tempat tinggal kera yang hilang, suasana teduh dan sejuk sepanjang jalan Raja Kecik menuju RSUD Tengku Rafian kini berubah panas lantaran pohon-pohon rindang sudah ditumbangkan.
"Dulu suasana sejuk dan keasrian sangat terlihat di sepanjang jalan Raja Kecik. Sekarang sudah panas, gersang dan tak ada lagi penghijauan," kesal Ijal.
Usut punya usut, lahan tersebut merupakan Hak Guna Bangunan (HGB) milik PT Ikadaya Yakin Mandiri.
Kepala Bagian Admistrasi Wilayah (Adwil) Pemkab Siak, Asrafli mengatakan, lahan seluas kurang lebih 13 hektar tersebut merupakan HGB milik PT Ikadaya Yakin Mandiri.
"Itu dapat dilihat dari sistem websitenya bumi ATR atau Sentuh Tanahku," jelasnya.
Secara aturan, tambah Asrafli, pemilik HGB tidak berkewajiban untuk memberitahu Pemda Siak untuk membuka lahan miliknya yang diberikan oleh negara.
"Terkecuali mereka membangun, itu wajib diketahui dan mendapatkan izin dari pemda Siak," tuturnya.
"Secara peruntukkan, lahan tersebut masuk dalam zonasi untuk pemukiman," sambung Asrafli.
Kontributor : Alfat Handri
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Melonjak Capai 400 Orang per Hari
-
Pria di Indragiri Hulu Diduga Sebabkan Karhutla 200 Hektare, Ada Bibit Sawit
-
Malam Ini, Kualitas Udara di Pekanbaru Sangat Tidak Sehat
-
Tok! Polisi di Bengkalis Disanksi Demosi 5 Tahun Terkait Penganiayaan Warga
-
KPK Periksa Kepala BPK Riau Terkait Kasus Suap Pengondisian Hasil Audit