Eko Faizin
Senin, 13 April 2026 | 10:52 WIB
Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Pelalawan kembali mendatangi Kantor Gubernur Riau, Senin (13/4/2026) pagi. [Suara.com/Rahmat Zikri]
Baca 10 detik
  • Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Pelalawan menggelar aksi di Kantor Gubernur Riau.
  • Massa menyampaikan orasinya untuk menolak relokasi dari Taman Nasional Tesso Nilo.
  • Mereka menyuarakan tuntutan agar pemerintah memberikan kepastian masa depan.

SuaraRiau.id - Untuk kesekian kalinya, warga bersama Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Pelalawan kembali mendatangi Kantor Gubernur Riau di Pekanbaru, Senin (13/4/2026) pagi.

Aksi ini dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap rencana relokasi Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) yang dinilai mengancam keberlangsungan hidup masyarakat.

Pantauan Suara.com, ratusan orang terlihat datang menggunakan sejumlah truk sejak dini hari.

Berbeda dari biasanya, aksi kali ini digelar tidak depan gerbang utama, melainkan dari pintu gerbang sisi sebelah kiri Kantor Gubernur Riau.

Nampak, massa aksi membawa spanduk besar bertuliskan "Kami Akan Bertahan! Demi Hidup Kami!".

Tak hanya itu, massa aksi menyuarakan tuntutan agar pemerintah memberikan kepastian masa depan bagi warga terdampak.

Dalam orasinya, massa menegaskan bahwa masyarakat menolak relokasi yang dianggap belum memiliki kejelasan solusi maupun jaminan kehidupan yang layak.

Tak hanya itu, Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Pelalawan menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya meminta masyarakat tetap menolak relokasi serta mendesak Pemprov Riau memberikan kepastian hukum dan jaminan keberlangsungan hidup masyarakat.

Presiden Republik Indonesia turun tangan langsung menyelesaikan persoalan tersebut sesuai amanat Pasal 33 Ayat 3 Undang-Undang Dasar 1945 yang menegaskan bahwa bumi, air, dan kekayaan alam dikuasai negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

"Kalau pemerintah sejak jauh hari memberikan solusi dan kepastian hukum, kami tidak akan berada disini dan berulangkali di sini," ujar salah satu orator di hadapan peserta aksi.

"Tolonglah keluar bapak, biar puas hati kami ini pak. Temui kami bapak. Kami belum makan dari semalam," kata seorang emak-emak sambil menangis dalam orasinya.

Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan. Hingga berita ini diturunkan, perwakilan massa aksi telah diterima dan tengah melakukan diskusi bersama pihak Pemprov di dalam Kantor Gubernur Riau.

Kontributor : Rahmat Zikri

Load More