- Massa mengatasnamakan AMMP menggelar aksi di depan Kantor Gubernur Riau, Senin (13/4/2026).
- Namun, nampaknya pendemo kecewa dengan hasil audiensi hingga membuat tenda di jalan Pekanbaru.
- Tenda darurat itu dijadikan tempat bertahan peserta aksi yang telah melakukan unjuk rasa sejak pagi.
SuaraRiau.id - Massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Pelalawan (AMMP) akhirnya mendirikan tenda di Jalan Cut Nyak Dhien, Pekanbaru, Senin (13/4/2026) siang.
Hal tersebut dilakukan lantaran hasil audiensi di Kantor Gubernur Riau tak membuahkan hasil.
Aksi lanjutan digelar setelah hampir 1 jam audiensi menjadi bentuk tekanan kepada pemerintah setelah tuntutan mereka belum mendapat jawaban yang memuaskan.
Pantauan Suara.com di lokasi, massa mulai memasang terpal berwarna biru yang diikat menggunakan tali ke sejumlah pohon di sepanjang Jalan Cut Nyak Dhien Pekanbaru.
Tenda darurat tersebut dijadikan tempat bertahan peserta aksi yang telah melakukan unjuk rasa sejak pagi.
Sejumlah warga bahkan terlihat beristirahat di atas aspal dengan alas seadanya, menandakan aksi akan berlangsung dalam waktu yang cukup lama.
Akibatnya, akses kendaraan dari Jalan Jenderal Sudirman menuju Jalan Ahmad Yani ditutup sementara dan arus lalu lintas dialihkan.
Koordinator massa aksi, Wandri Saputra, mengatakan pihaknya akan tetap bertahan di lokasi hingga tuntutan mereka dipenuhi, khususnya keinginan untuk berdialog langsung dengan Presiden Prabowo Subianto.
"Kami akan bertahan disini sampai tuntutan kami dipenuhi. 'Kami Akan Bertahan! Demi Hidup Kami!'," ungkapnya.
Sebelumnya, diberitakan dalam aksi itu massa secara umum menyampaikan tiga tuntutan terkait relokasi dari Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN).
Pertama, Masyarakat Menolak Relokasi. Kedua, masyarakat meminta Pemprov Riau untuk bisa memberikan kepastian keberlangsungan hidup masyarakat banyak dan ketiga Presiden RI harus menyelamatkan masyarakat sesuai amanat pasal 33 ayat 3 UUD 1945.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, massa aksi berencana tetap bertahan dan terus menyuarakan tuntutan mereka hingga 18 April 2026 mendatang.
Kontributor : Rahmat Zikri
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Eks Kanitreskrim Polsek Rupat Utara Disidang Etik Terkait Penganiayaan Warga
-
5 Tahun Holding Ultra Mikro, Perkuat Ekosistem Pembiayaan Keluarga Prasejahtera
-
Jarak Pandang Terganggu, Lion Air Gagal Mendarat di Bandara Pekanbaru
-
Pekanbaru Berawan Tebal, Padang Diprediksi Hujan Ringan
-
Cara PHE NSO Kembalikan Jalan Pulang Gajah Lewat Restorasi Lahan Kritis