- Polresta Pekanbaru melakukan rekayasa lalu lintas imbas aksi unjuk rasa TNTN.
- Demo bakal berlangsung di Kantor Gubernur Riau, Jalan Sudirman, Senin (13/4/2026).
- Petugas disiagakan untuk mengatur dan memberikan arahan langsung ke pengendara.
SuaraRiau.id - Polresta Pekanbaru bakal melakukan rekayasa lalu lintas saat aksi massa terkait Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) akan digelar di depan Kantor Gubernur Riau, Jalan Sudirman, Senin (13/4/2026).
Satlantas Polresta Pekanbaru melalui akun Instagramnya menjelaskan sejumlah ruas jalan di sekitar Kantor Gubernur Riau akan mengalami pengalihan arus.
"Aksi ini diprediksi akan menarik massa dalam jumlah cukup besar, sehingga diperlukan penyesuaian arus lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan panjang," tulis keterangan resmi tersebut.
Jalan-jalan utama seperti Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Diponegoro, dan akses di sekitar perkantoran pemerintahan akan diatur sedemikian rupa, termasuk penerapan jalur alternatif bagi pengendara.
Dalam peta rekayasa yang dirilis, terlihat beberapa titik pengalihan arus serta penutupan sementara di persimpangan strategis.
Petugas di lapangan juga akan disiagakan untuk mengatur lalu lintas dan memberikan arahan langsung kepada pengendara.
Melansir Riauonline.co.id--jaringan Suara.com, unjuk rasa diperkirakan berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.
Aksi tersebut berpotensi menimbulkan kepadatan arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama di Kota Pekanbaru. Satlantas telah menyiapkan rekayasa arus lalu lintas di sekitar lokasi aksi.
Rekayasa ini dilakukan guna mengurai kemacetan sekaligus menjaga keamanan dan kenyamanan pengguna jalan selama kegiatan berlangsung.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk menghindari kawasan sekitar Kantor Gubernur Riau selama aksi berlangsung, terutama pada jam-jam sibuk pagi hari.
Pengendara disarankan menggunakan jalur alternatif yang telah disediakan guna memperlancar perjalanan.
Selain itu, masyarakat diminta untuk tetap mematuhi rambu lalu lintas serta mengikuti instruksi petugas di lapangan demi keselamatan bersama.
Diketahui, demonstrasi disebut sebagai bentuk penyampaian aspirasi masyarakat terkait kondisi di kawasan TNTN.
Isu yang diangkat diperkirakan berkaitan dengan kepentingan sosial dan lingkungan yang selama ini menjadi perhatian publik.
Sebagai penutup, pihak Satlantas Polresta Pekanbaru menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin ditimbulkan akibat rekayasa lalu lintas ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Melonjak Capai 400 Orang per Hari
-
Pria di Indragiri Hulu Diduga Sebabkan Karhutla 200 Hektare, Ada Bibit Sawit
-
Malam Ini, Kualitas Udara di Pekanbaru Sangat Tidak Sehat
-
Tok! Polisi di Bengkalis Disanksi Demosi 5 Tahun Terkait Penganiayaan Warga
-
KPK Periksa Kepala BPK Riau Terkait Kasus Suap Pengondisian Hasil Audit