- Kepala Dinas Kesehatan Riau mengungkap alasan kasus HIV paling tinggi di Riau.
- Dominasi kasus HIV/AIDS di Pekanbaru tidak terlepas dari karakteristik wilayah.
- Kasus HIV/AIDS terbanyak lainnya berada di Bengkalis, Dumai dan Pelalawan.
SuaraRiau.id - Kepala Dinas Kesehatan Riau, Zulkifli menyampaikan berdasarkan data hingga Triwulan IV 2025, jumlah kumulatif kasus HIV/AIDS di Riau mencapai 11.336 kasus, dengan 6.990 orang di antaranya masih hidup.
Sebaran kasus HIV/AIDS tersebut mencakup 12 kabupaten/kota, dengan konsentrasi terbanyak berada di Kota Pekanbaru.
"Tersebar di 12 kabupaten/kota dengan kasus terbanyak di Kota Pekanbaru yaitu sebanyak 6.598 ODHIV atau 58,20 persen, sedangkan daerah lain sebarannya di bawah 10 persen," jelasnya.
Zulkifli mengungkapkan dominasi kasus di Pekanbaru tidak terlepas dari karakteristik wilayah sebagai pusat aktivitas dengan jumlah penduduk yang besar serta mobilitas yang tinggi.
"Hal ini disebabkan oleh banyak faktor di antaranya jumlah penduduk yang lebih besar, dinamika sosial dan ekonomi yang tinggi, gaya hidup serta mobilitas penduduk yang tinggi," kata dia.
Zulkifli menuturkan jika faktor lain yang turut berpengaruh adalah keberadaan fasilitas layanan HIV yang telah lebih dulu berkembang di ibu kota provinsi tersebut.
"Kemudian Kota Pekanbaru memiliki layanan HIV tertua di Riau yaitu RSUD Arifin Achmad, sehingga pasien-pasien lama dari kabupaten/kota banyak mengakses layanan di Kota Pekanbaru," tambahnya.
Sementara itu, untuk menekan laju penularan, Dinas Kesehatan Provinsi Riau mengimplementasikan pendekatan STOP HIV yang menjadi bagian dari strategi nasional.
Selain edukasi, upaya deteksi dini juga terus diperluas. Sepanjang tahun 2025, ratusan ribu orang telah menjalani pemeriksaan HIV.
Di sisi lain, layanan pengobatan juga terus ditingkatkan guna menekan risiko penularan lanjutan. Hasil dari intervensi menunjukkan capaian positif, di mana sebagian besar pasien berhasil mencapai kondisi virus yang terkendali.
"Tercatat tahun 2025 telah dilakukan pemeriksaan viral load terhadap 2.524 ODHIV dengan hasil 95,92 persen virusnya telah tersupresi," ujar Zulkifli.
Menurutnya, Dinas Kesehatan Riau juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dengan menerapkan perilaku hidup sehat, menghindari risiko penularan, serta rutin melakukan pemeriksaan bagi kelompok rentan.
Diketahui, tren kenaikan kasus HIV/AIDS di Riau kembali terlihat dalam 5 tahun terakhir dengan jumlah kasus yang semakin tinggi setiap tahunnya.
Pekanbaru menyentuh 58,20 persen angka kasus tersebut. Selain Pekanbaru, beberapa daerah lain juga mencatat angka kasus yang cukup signifikan.
"Kasus terbanyak lainnya ditemukan di Kabupaten Bengkalis 951 kasus, Kota Dumai 855 kasus, Kabupaten Pelalawan 596 kasus, Rokan Hilir 556 kasus dan Indragiri Hilir 477 kasus," tegas Zulkifli.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Helikopter Penerbad Mi-17 Jatuh Saat Padamkan Karhutla di Pematang Limau, Dua Personel Hilang
-
Hanya Sebulan di Istana, Presiden Prabowo Pecat Listyo Sigit Prabowo
-
Tersandung Skandal Penyadapan, Prabowo Pecat Listyo Sigit dari KSP dan Tunjuk Letjen Ariyo Jadi Plt
-
Nusron Wahid Diperiksa KPK Terkait Suap HGB
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
Terkini
-
Polda Riau Didesak Usut Dugaan Herri Pras Lecehkan UAS dan Ustaz Adi Hidayat
-
KPK Soroti 8 Area Rawan Korupsi di Siak, Bupati Afni Diberi Waktu Tiga Bulan
-
Profil Irjen Ahrie Sonta, Kadivkum Polri Jadi Tersangka Kasus Penyadapan Presiden
-
Karhutla Picu 314 Ribu Kasus ISPA di Indonesia, Riau Catat 36.433 Kasus
-
Profil Herri Pras, Konten Kreator Dipolisikan usai Diduga Serang UAS dan UAH