Eko Faizin
Kamis, 09 April 2026 | 14:33 WIB
Namai Bayi Ali Khamenei, Orangtua di Kampar Ungkap Alasannya [Pexels]
Baca 10 detik
  • Seorang ayah di Kabupaten Kampar menamai bayinya Ali Khamenei.
  • Sang ayah Arsa Putra (51) mengungkapkan alasan di balik penamaan itu.
  • Bayi dinamai Pemimpin Agung Iran bertepatan dengan konflik Israel-AS.

SuaraRiau.id - Orangtua di Kabupaten Kampar memberi nama bayinya Ali Khamenei, Pemimpin Agung Iran yang gugur dalam penyerangan Israel-Amerika Serikat (AS).

Bayi bernama Ali Khamenei itu menjadi perbincangan luas, bukan hanya karena keunikannya, tetapi juga karena latar belakang kelahiran yang bertepatan dengan situasi global yang sensitif.

Ayah sang bayi, Arsa Putra (51), menyatakan nama Ali Khamenei dipilih bukan sekadar identitas, melainkan doa dan harapan besar agar sang anak kelak tumbuh menjadi pribadi yang berpengaruh dan membawa kebaikan bagi banyak orang.

Arsa bahkan tak menyangka mendapatkan kunjungan langsung pihak Kedutaan Besar Iran yang datang ke rumah keluarga di Desa Koto Tibun, Kecamatan Kampar.

"Kami tidak menyangka sama sekali. Kedubes Iran datang langsung dan menyampaikan apresiasi. Ini kebanggaan bagi kami," ujarnya, Rabu (8/4/2026).

Arsa menyebut momen itu sebagai sebuah kehormatan bagi keluarganya. Sebelum memberi nama, dia telah meminta izin kepada Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi.

"Kami sudah mendapat izin. Harapan kami, anak ini bisa menjadi ulama dan pemimpin besar di masa depan," terangnya.

Tak hanya karena momennya, pemberian nama Ali Khamenei juga memiliki makna mendalam.

Orangtua bayi sengaja memilih nama tersebut sebagai bentuk penghormatan atas wafatnya pemimpin Iran pada 28 Februari 2026.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, bayi itu lahir pada 24 Maret 2026, tepat tiga hari setelah Idul Fitri 1446 Hijriah.

Bayi berjenis kelamin laki-laki ini diketahui lahir di salah satu rumah sakit di Kampar.

Kelahiran bayi tersebut bertepatan dengan meningkatnya eskalasi konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang saat itu menjadi sorotan dunia.

Load More