- Sistem penerimaan siswa baru di Pekanbaru beralih ke sistem domisili.
- Perubahan ini untuk menjamin pemerataan akses pendidikan bagi peserta didik.
- Dengan sistem domisili, semua wilayah sudah terbagi secara menyeluruh.
SuaraRiau.id - Sistem penerimaan peserta didik baru di Pekanbaru pada tahun ini tidak lagi menggunakan sistem zonasi melainkan beralih ke sistem domisili.
Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan perubahan tersebut untuk menjamin pemerataan akses pendidikan bagi seluruh peserta didik.
"Perubahan tersebut dilakukan untuk menjamin pemerataan akses pendidikan bagi seluruh peserta didik. Dalam sistem domisili, setiap wilayah telah dipetakan secara jelas berdasarkan tempat tinggal calon peserta didik," katanya, Kamis (2/4/2026).
Jika sistem zonasi sebelumnya berdasarkan jarak, masih ada wilayah yang tidak terakomodasi ke sekolah tertentu. Sekarang dengan sistem domisili, semua wilayah sudah terbagi secara menyeluruh.
Pembagian wilayah dilakukan hingga tingkat kelurahan. Nantinya, setiap kelurahan diarahkan ke sekolah menengah pertama (SMP) tertentu sesuai dengan domisili masing-masing.
"Sehingga, tidak ada lagi daerah yang terlewatkan dalam proses penerimaan peserta didik baru," ujar Markarius.
Kebijakan ini juga mempertimbangkan kondisi geografis dan sebaran penduduk.
Untuk wilayah yang relatif jauh dari pusat kota, seperti Kelurahan Tebing Tinggi Okura, jumlah peserta didik memang lebih sedikit dibandingkan daerah lain.
"Namun, kami tetap memberikan kelonggaran dalam jumlah rombongan belajar (rombel). Jika di daerah tertentu jumlah siswa kurang dari standar umum, hal tersebut tetap dianggap wajar," ucap Markarius.
Di wilayah yang jauh, jumlah peserta didiknya memang terbatas. Kalau satu rombel hanya berisi sekitar 15 peserta didik, hal itu masih dapat dimaklumi
"Kebijakan ini bertujuan memberikan kemudahan bagi masyarakat. Sehingga, peserta didik tidak perlu menempuh jarak yang terlalu jauh untuk bersekolah," tegas Markarius.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Bupati Kuansing 'Palak' Uang dari 914 Petani, Ditukar Jadi Dolar Singapura
-
Amplop Suhardiman Amby untuk Menhut Raja Juli Diduga Berisi Dolar Singapura
-
Kulineran Halal di Tiongkok, Daging Kambing Rebus Jadi Menu Andalan
-
Mobil Land Cruiser Terkait Suap Bupati Kuansing Ditemukan di Pematangsiantar
-
Update Harga Sawit Riau Periode 8-14 Juli 2026, Mitra Swadaya Melesat!