Eko Faizin
Minggu, 01 Maret 2026 | 10:26 WIB
Tampang pelaku pembacokan mahasiswi UIN Suska Riau. [Ist]
Baca 10 detik
  • Pelaku pembacokan mahasiswi UIN Suska Riau ditahan di Polresta Pekanbaru.
  • Mahasiswa bernama Raihan tersebut menjalani penahanan di sel terpisah.
  • Raihan mengakui rencana pembacokan terhadap korban sejak November 2025.

SuaraRiau.id - Raihan, mahasiswa UIN Suska Riau pelaku pembacokan terhadap rekannya, Farradhila menjalani penahanan di Polresta Pekanbaru.

Pelaku yang sempat diamankan Polsek Binawidya, kini penanganannya diambil alih Satreskrim Polresta Pekanbaru dan ditahan di sel terpisah.

Kasatreskrim Polresta Pekanbaru AKP Anggi Rian Diansyah mengungkap, Raihan merencanakan pembacokan terhadap mahasiswi UIN Suska Riau sejak November 2025 lalu.

"Dari hasil pemeriksaan, pelaku R telah memiliki niat sejak November 2025 lalu untuk melakukan perbuatan tersebut. Namun baru dilaksanakan kemarin," kata Kasatreskrim dikutip dari Antara, Jumat (27/2/2026).

AKP Anggi menyebutkan pelaku juga mengakui telah mempersiapkan senjata tajam yang digunakan dalam aksi tersebut.

"Pelaku mengasah kapak dan parang yang akan dibawanya untuk melancarkan penganiayaan dan pembunuhan terhadap korban. Setelah itu ia baru menuju kampus UIN Suska," ujarnya.

AKP Anggi menjelaskan korban mengalami luka cukup serius di beberapa bagian tubuh, yakni pada kuping, kening, leher, tiga luka di punggung, serta tangan kiri. Saat ini korban masih menjalani perawatan intensif.

Peristiwa pembacokan tersebut diduga dipicu persoalan pribadi terkait hubungan percintaan, namun kepolisian masih mendalami motif pasti kejadian itu melalui pemeriksaan terhadap pelaku dan saksi-saksi.

Diketahui, seorang mahasiswi UIN Suska Riau mengalami luka serius akibat dibacok oleh sesama mahasiswa di lingkungan kampus, Kamis (26/2/2026).

Salah seorang mahasiswa, Dimas, mengatakan peristiwa itu terjadi saat korban sedang menunggu giliran sidang proposal di Ruang Fakultas Syari'ah dan Hukum.

"Awalnya korban menunggu untuk sidang proposal di ruangan Fakultas Syariah dan Hukum. Kami sedang belajar di ruangan sebelah. Saat kami lihat keluar, tampak pelaku sedang membacok korban di depan ruangan. Kami tidak berani menolong karena pelaku membawa kapak," ujarnya. (Antara)

Load More