- Anak bupati di Riau dinyatakan positif ganja karena terpapar asap bikin heboh.
- Namun, BNN menjelaskan pemusnahan aman dengan alat insinerator bersuhu tinggi.
- Dengan alat ini, masyarakat bisa menghirup karena tidak mengandung jejak narkotika
SuaraRiau.id - Pernyataan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Pekanbaru Kombes Wawan terkait anak bupati di Riau positif ganja lantaran terpapar asap rekannya dalam toilet menuai polemik.
Nah bagaimana jika residu atau asap pemusnahan narkoba dihirup masyarakat?
BNN memastikan asap hasil pemusnahan itu aman untuk dihirup termasuk ganja menggunakan insinerator bersuhu tinggi.
"Asap yang keluar dari fasilitas pemusnah narkotika tidak mengandung jejak narkotika dan aman untuk dihirup," kata Kepala BNN Lampung Brigjen Pol Budi Wibowo dikutip dari Riauonline--jaringan Suara.com.
Budi menjelaskan, asap yang dihasilkan dari proses pembakaran tidak lagi mengandung zat narkotika karena seluruh molekul telah dihancurkan dalam proses pemanasan bertingkat.
Dia menjelaskan pemusnahan dilakukan menggunakan alat insinerator dengan sistem pembakaran dua tungku. Proses tersebut dirancang agar seluruh kandungan narkotika benar-benar terurai sempurna sebelum asap dilepaskan ke udara.
"Pemusnahan dilakukan dengan menggunakan alat insinerator dengan prinsip kerja sistem pembakaran dua tungku," sebut Budi.
Ia menjelaskan, pembakaran tahap pertama berlangsung pada suhu sekitar 600 hingga 850 derajat celcius. Pada tahap ini, molekul narkotika mulai terurai menjadi partikel-partikel halus.
Selanjutnya, sisa pembakaran diproses kembali pada tungku kedua dengan suhu lebih tinggi, yakni 850 hingga 1100 derajat celcius. BNN mengklaim suhu tersebut mampu menghancurkan seluruh sisa molekul narkotika.
"Tungku ini memastikan bahwa semua molekul narkotika yang masih tersisa benar-benar hancur," ujarnya.
Budi mengatakan kedua tungku bekerja secara berurutan untuk memastikan tidak ada molekul yang lolos tanpa proses penghancuran.
"Proses ini berlangsung minimum selama 2 detik untuk memastikan tidak ada molekul yang lolos tanpa mengalami pemecahan," kata Budi.
Setelah melewati dua tahap pembakaran, zat narkotika disebut berubah menjadi senyawa sederhana seperti karbon dioksida dan uap air melalui proses oksidasi sempurna.
Budi juga menyebut teknologi insinerator yang digunakan telah dilengkapi sistem kontrol emisi dan memenuhi standar internasional dalam pemusnahan barang berbahaya.
"Mampu menghancurkan 99,99 persen jejak narkotika," ucap dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
Kabut Asap, Citilink Berputar-putar Sebelum Mendarat di Bandara SSK II Pekanbaru
-
Lima Titik Api Karhutla Menyala Lagi di Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir
-
Viral Tukang Ojek Bersimbah Darah Dianiaya Sajam oleh Penumpang di Bengkalis
-
Masih Dikepung Kabut Asap, Pekanbaru Terapkan Sekolah Tatap Muka Terbatas
-
Polda Riau Tetapkan 55 Tersangka Karhutla, Luas Terbakar 3.378 Hektare