Eko Faizin
Kamis, 05 Februari 2026 | 09:04 WIB
Ilustrasi Petugas Manggala Agni melakukan pemadaman kebakaran lahan. [ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/bar]
Baca 10 detik
  • Karhutla di Riau sudah mencapai 126,22 hektare pada awal Februari.
  • Lahan terbanyak yang mengalami kebakaran berada di Bengkalis.
  • Tim gabungan masih melakukan pemadaman di daerah Pelalawan.

SuaraRiau.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau tercatat seluas 126,22 hektare pada pekan pertama Februari 2026.

Kepala BPBD dan Damkar Riau, Edy Afrizal mengatakan lahan terbanyak yang mengalami kebakaran berada di Bengkalis dengan luasan 37,51 hektare.

"Kemudian yang kedua ada di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) 22 hektare, Pelalawan 21 hektare, dan Kota Dumai 12,50 hektare," jelas Edy, Rabu (4/2/2026).

Dia mengatakan, tim gabungan pemadam karhutla saat ini masih berjibaku melakukan pemadaman di daerah Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan.

Berdasarkan laporan, BPBD setempat kembali menambah personel untuk memperkuat tim gabungan yang lebih awal sudah melakukan pemadaman titik api.

"BPBD Pelalawan menambah personelnya membantu pemadaman ke lokasi titik api. Saat ini masih proses pemadaman," ujarnya.

Selain itu, kata Edy tim gabungan juga berjibaku melakukan pemadaman di Inhil. Meski dilaporkan api sudah berhasil dipadamkan, namun asap masih mengepul di titik Karhutla.

Kondisi ini membuat personel masih tetap bersiaga di lokasi, menyemprotkan air mencegah kembali munculnya api.

"Tim pemadam masih di lapangan. Memang di laporkan api sudah padam di Inhil, tapi masih berasap," ujar Edy.

Sementara, Karhutla di Kabupaten Bengkalis tepatnya di Kecamatan Bandar Laksamana yang sebelumnya sempat membara telah berhasil dipadamkan. Bandar Laksamana merupakan kecamatan hasil pemekaran dari Kecamatan Bukit Batu.

"Saat ini proses pendinginan masih dilakukan. Apinya sudah padam," tambah Edy lagi.

Karhutla juga terjadi di sejumlah daerah lainnya dengan luasan di Pekanbaru 8 hektare, Kepulauan Meranti, Siak dan Kampar masing-masing 7 hektare, Indragiri Hulu dan Kuantan Singingi 1 hektare lebih.

Sedangkan Rokan Hulu dan Rokan Hilir dilaporkan masih nihil. (Antara)

Load More