Eko Faizin
Kamis, 29 Januari 2026 | 19:36 WIB
Ilustrasi - Awal 2026, Karhutla Sudah Terjadi di 10 Kabupaten/Kota Riau [ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/nym.]
Baca 10 detik
  • Sepuluh daerah di Riau mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
  • Meski demikian, Riau belum menetapkan status siaga darurat karhutla.
  • Awal tahun ini, total luasan lahan terbakar di Riau sebanyak 59,38 hektare.

SuaraRiau.id - Sepuluh kabupaten/kota di Riau sudah mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada awal tahun ini dengan total luasan lahan terbakar sebanyak 59,38 hektare (ha).

"Hingga saat ini sudah 10 daerah di Riau yang ditemukan terjadi Karhutla. Total luasan Karhutla 59,38 Ha," jelas Kepala BPBD Damkar Riau M Edy Afrizal, Kamis (29/1/2026).

Saat ini karhutla yang terjadi di beberapa wilayah tersebut dilaporkan sudah berhasil ditangani oleh tim gabungan di lokasi.

"Laporan dari masing-masing daerah karhutla di wilayah sudah bisa ditangani. Sudah ada yang padam total dan ada juga yang masih proses pendinginan," sebutnya.

Edy menyampaikan 10 daerah itu adalah Bengkalis, Kepulauan Meranti, Siak, Kampar, Pelalawan, Indragiri Hulu (Inhu), Indragiri Hilir (Inhil), Kuantan Singingi (Kuansing), Dumai dan Pekanbaru.

Untuk Karhutla di Kota Dumai hingga saat ini tercatat seluas 7 ha, Bengkalis 15,01 ha, Kepulauan Meranti 2,70 ha, Siak 5,30 ha, Pekanbaru 8,43 ha, Kampar 7,25 ha, Pelalawan 6 ha, Inhu 1,30 ha, Inhil 5 ha dan Kuansing 1,50 ha.

"Dari rincian luasan tersebut, juga ditemukan 200 hotspot atau titik panas dengan jumlah fire spot atau titik api sebanyak 40," ujarnya.

Dalam upaya penanganan karhutla, disebutkan M Edy saat ini sudah banyak unsur yang terlibat. Mulai dari BPBD Kabupaten/Kota, TNI-Polri, Manggala Agni, masyarakat peduli api dan juga pihak-pihak perusahaan.

"Karena Riau belum menetapkan status siaga darurat Karhutla, saat ini penanganan masih dilakukan oleh masing-masing daerah. Meskipun demikian, koordinasi tetap dilaksanakan agar pemadaman berjalan efektif," tegas Edy.

Load More