- Sektor pertanian di Riau, khususnya padi menunjukkan tren positif di 2025.
- Luas panen padi mengalami peningkatan sebesar 3,08 ribu hektare atau 5,46 persen.
- Rokan Hilir, Siak, dan Rokan Hulu menjadi daerah dengan total produksi tertinggi.
SuaraRiau.id - Kinerja sektor pertanian, khususnya padi, diklaim menunjukkan tren positif sepanjang 2025. Luas panen, produksi padi, hingga produksi beras mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
Badan Pusat Statistik (BPS) Riau menyatakan bahwa luas panen padi di Provinsi Riau sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai 59,50 ribu hektare.
"Luas panen padi pada 2025 mencapai 59,50 ribu hektare, mengalami peningkatan sebesar 3,08 ribu hektare atau 5,46 persen dibandingkan luas panen padi di 2024 yang sebesar 56,42 ribu hektare," kata Ahli Madya BPS Riau, Fitri Hariyanti, Senin (2/2/2026).
Menurutnya, berdasarkan hasil Survei Kerangka Sampel Area (KSA), puncak panen padi pada 2025 terjadi pada bulan Maret, sama seperti tahun sebelumnya.
Pada Maret 2025, luas panen padi tercatat sebesar 10,98 ribu hektare, meningkat dibandingkan Maret 2024 yang sebesar 8,43 ribu hektare.
Dari sisi wilayah, tiga daerah dengan total produksi padi GKG tertinggi pada 2025 adalah Kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten Siak, dan Kabupaten Rokan Hulu.
Selain itu, beberapa daerah mencatat peningkatan produksi yang cukup signifikan, di antaranya Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Kuantan Singingi, dan Kota Dumai.
Namun demikian, penurunan produksi padi yang cukup besar juga terjadi di beberapa wilayah, salah satunya Kota Pekanbaru.
Sementara daerah dengan produksi padi GKG terendah tercatat di Kabupaten Indragiri Hulu, Kota Dumai, dan Kabupaten Indragiri Hilir.
Jika produksi padi dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi pangan penduduk, BPS mencatat produksi beras pada 2025 mencapai 133,19 ribu ton.
"Produksi beras pada 2025 untuk konsumsi pangan penduduk mencapai 133,19 ribu ton, mengalami peningkatan sebanyak 5,75 ribu ton atau 4,51 persen dibandingkan produksi beras di 2024 yang sebanyak 127,44 ribu ton," terang Fitri.
Produksi beras tertinggi pada 2025 terjadi pada bulan Maret sebesar 25,24 ribu ton, sedangkan produksi terendah terjadi pada bulan Desember.
Potensi produksi beras pada periode Januari hingga Maret 2026 diperkirakan mencapai 51,76 ribu ton, atau meningkat sekitar 4,56 ribu ton dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara potensi luas panen padi pada periode Januari hingga Maret 2026 diperkirakan mencapai 22,87 ribu hektare.
"Angka tersebut meningkat sekitar 1,21 ribu hektare atau 5,60 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025," kata Fitri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Pemotong Rumput asal Perawang Siak Bobol Sistem Keamanan NASA
-
Kabut Asap Karhutla: 376 Kasus ISPA di Pekanbaru Sejak Agustus 2026
-
Karhutla di Pelalawan Capai 300 Hektare, Indragiri Hulu Lebih Luas
-
Tiga Polisi di Bengkalis Demosi 3 Tahun, Patsus 30 Hari Imbas Kasus Penganiayaan
-
Pemkab Kepulauan Meranti Serahkan SK Pengakuan MHA 3 Komunitas Adat