Eko Faizin
Sabtu, 31 Januari 2026 | 19:06 WIB
Tangsi Belanda di Siak. [Suara.com/Eko Faizin]
Baca 10 detik
  • Bagian bangunan Tangsi Belanda di Siak ambruk, Sabtu (31/1/2026) pagi.
  • Gedung cagar budaya ini merupakan bangunan peninggalan kolonial Belanda.
  • Tangsi Belanda terdiri dari penjara, asrama, kantor, gudang senjata, dan logistik.

Pada ujung barat halaman, juga terdapat sisa bangunan WC dan kamar mandi berukuran 6 meter persegi yang terdiri dari 3 ruangan.

Hal yang sangat unik dan khas dari Tangsi Belanda kata dia adalah ketika melihat struktur pondasi yang berbentuk setengah lingkaran dengan peletakan tiga sendi.

Teknologi arsitektural pada pondasi tangsi ternyata sangat mendekati bangunan kolonial di negara asalnya di Eropa.

Sementara itu, uniknya lagi pada tata letak bangunan menghadap sungai dan menerapkan konsep waterfront city, yang memungkinkan Belanda pada waktu itu mengintai kapal yang masuk dari muara Sungai Siak.

Tahun 2018 lalu, melalui Kementerian PUPR melaksanakan proyek revitalisasi pada Gedung A dan Gedung F, yang berada paling depan dan belakang kompleks tangsi.

Gedung F yang paling belakang dahulunya dijadikan tempat makan para tentara.

Load More