- LAM Riau Pekanbaru mengecam aktivitas diduga pesta waria di tempat hiburan malam.
- LAM menegaskan hal itu bertentangan dengan marwah dan nilai-nilai budaya Melayu.
- Sementara manajemen hiburan malam mengaku kecolongan dan tak pernah memberi izin.
SuaraRiau.id - Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau Kota Pekanbaru mengecam aktivitas diduga memperlihatkan pesta waria di salah satu tempat hiburan malam (THM) di Ibu Kota Riau tersebut.
Ketua Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAM Riau Pekanbaru, Datuk Seri Rizky Bagus Oka menegaskan aktivitas tersebut bertentangan dengan marwah Pekanbaru sebagai Kota Bertuah yang menjunjung tinggi nilai-nilai budaya Melayu dan syariat Islam.
Ia menegaskan falsafah "Adat Bersendikan Syarak, Syarak Bersendikan Kitabullah" bukan sekadar slogan, melainkan pedoman hidup yang wajib dihormati siapa pun yang berada di Bumi Melayu.
"Ini adalah Bumi Melayu, tanah yang menjunjung tinggi adab dan agama. Kami minta dengan tegas, jangan ada upaya sedikit pun untuk menormalisasi perilaku menyimpang atau LGBT di kota ini. Hal-hal seperti ini mencederai perasaan masyarakat dan menodai marwah negeri," tegas Oka dikutip dari Riauonline.co.id--jaringan Suara.com, Kamis (29/1/2026).
Dia juga memberikan apresiasi atas langkah cepat Polresta Pekanbaru yang telah melakukan penyelidikan terkait video tersebut.
Oka menyampaikan bahwa penanganan tidak boleh berhenti pada teguran semata. Pihaknya mendesak Pemkot Pekanbaru melakukan evaluasi menyeluruh izin operasional THM yang memfasilitasi kegiatan yang melanggar norma susila.
"Jika terbukti melanggar, izinnya harus dicabut," ujarnya.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi daerah tetap penting, namun tidak boleh mengorbankan nilai moral dan akhlak generasi muda.
"Kita butuh ekonomi yang tumbuh, tetapi bukan ekonomi yang mengorbankan moralitas masyarakat dan merusak masa depan generasi muda," ungkap Oka.
Dia lantas Oka mengajak seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, serta para orang tua untuk lebih peka dan bersatu dalam menjaga lingkungan sosial dari pengaruh-pengaruh yang dinilai merusak tatanan adat dan budaya.
"Mari kita jaga kampung kita bersama. Pekanbaru harus baik tidak hanya dari sisi infrastruktur, tetapi juga dari akhlak dan budayanya. Jangan beri ruang bagi hal-hal yang dapat merusak citra dan marwah Kota Bertuah," tegasnya.
Penjelasan New Paragon Pekanbaru
Manajemen New Paragon KTV Pool and Cafe sebagai tempat acara pesta waria tersebut mengaku kecolongan dan tak pernah memberi izin penyelenggaraan acara itu.
Asisten Manajer New Paragon, Sofwan menegaskan, pihaknya tidak mengetahui bahwa ruangan yang dipesan oleh tamu untuk ulang tahun pada malam itu, diduga menjadi ajang kontes waria.
"Jadi memang hari Minggu itu mereka pesan sama kita untuk menyelenggarakan ulang tahun. Tapi kita tidak tahu kapan kejadian di dalam (room) sana. Kalau untuk yang lainnya dari manajemen kita tidak tahu," ujar Sofwan, Jumat (30/1/2026).
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
BPS Ungkap Tingkat Pengangguran di Riau per Mei 2026
-
Rugikan Rp64 Miliar, 9 Tersangka Dugaan Korupsi Dana PI Tak Langsung Ditahan
-
Menhut Raja Juli Belum Kembalikan Semua Uang Amplop dari Suhardiman Amby
-
Momen Band Inggris, FUR Pose di Gerbang Emas Pekanbaru, Netizen: FUR-wodadi
-
Pejabat Kemenhut Disebut Terima 12.500 Dolar Singapura dari Suhardiman Amby