- 5 ASN di Pelalawan terlibat kasus dugaan mafia pupuk bersubsidi.
- Kelimanya menjadi tersangka dan menjalani penahanan Kejari setempat.
- Total kerugian keuangan negara akibat kasus ini mencapai Rp34 miliar.
SuaraRiau.id - Lima Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pelalawan menjadi tersangka kasus dugaan mafia pupuk bersubsidi dengan kerugian keuangan negara hingga Rp34 miliar.
Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan resmi menahan kelimanya pada Selasa (13/1/2026) malam setelah menjalani pemeriksaan intensif selama kurang lebih delapan jam.
"Berdasarkan hasil audit Inspektorat Provinsi Riau, ditemukan kerugian keuangan negara sebesar Rp34 miliar. Kerugian ini berasal dari penyaluran pupuk bersubsidi yang tidak sesuai ketentuan di tiga kecamatan tersebut," ujar Kepala Kejari Pelalawan, Siswanto dikutip dari Riauonline.co.id--jaringan Suara.com.
Siswanto pun menjelaskan peran 15 tersangka pupuk subsidi berdasarkan wilayah. Di Kecamatan Bandar Petalangan, dua penyuluh pertanian berinisial Y dan ZE serta tiga pengecer AS, EW, dan JG terlibat dalam praktik penyelewengan.
Di Kecamatan Bunut, dua penyuluh berinisial SS dan M bersama tiga pengecer BM, AN, dan A turut menjalankan praktik serupa.
Sedangkan di Kecamatan Pangkalan Kuras, dua penyuluh ERF dan SB serta tiga pengecer YA, PS, dan S ditetapkan sebagai tersangka.
Dari jumlah tersebut, lima orang di antaranya merupakan ASN yang menjabat sebagai penyuluh pertanian di lingkungan Pemkab Pelalawan.
Selain itu, satu tersangka lainnya merupakan ASN yang bertugas di Kecamatan Bandar Petalangan.
Namun, tidak seluruh tersangka langsung ditahan. Satu orang tersangka berusia 63 tahun belum dilakukan penahanan karena pertimbangan kondisi kesehatan dan masih menjalani pemeriksaan medis.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Berbatasan dengan Malaysia, Narkoba di Riau Didominasi dari Negara Tetangga
-
Gelombang Protes Narkoba: Kapolsek Dicopot, Jajaran Polsek Panipahan Dirombak
-
Siap-siap, BBRI Bakal Bagikan Dividen Rp52,1 Triliun untuk Pemegang Saham
-
Ratusan iPhone Terbaru Gagal Masuk Siak, Diselundupkan lewat Batam
-
Sekolah Riau Dilarang Gelar Perpisahan Mewah di Hotel, Bikin Beban Ortu!