- Napi Lapas Pekanbaru mengendalikan narkoba dari dalam penjara.
- Total narkoba yang dikendalikan dari dalam Lapas sebanyak 117 kg.
- Kepala Lapas menegaskan pihaknya akan memperketat pengamanan.
SuaraRiau.id - Narapidana (napi) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru atau Lapas Gobah diduga mengendalikan peredaran narkoba dari balik jeruji.
Tak tanggung-tanggung, total 117 kg sabu dikendalikan napi berinisial AA dalam 4 bulan terakhir, dengan rincian 70 kg pada Agustus, Oktober 20 kg dan November 27 kg.
Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, bungkam saat ditanya terkait adanya dugaan faktor kelalaian petugas dalam pengamanan barang keluar masuk Lapas.
Namun, Yuniarto menegaskan pihaknya akan memperketat pengamanan serta akses keluar masuk orang maupun barang ke dalam Lapas.
"Kita perang terhadap narkoba dan zero narkoba," tegas Yuniarto dikutip dari Riauonline.co.id--jaringan Suara.com, Selasa (2/12/2025).
Dia menyampaikan hal tersebut menyusul kasus napi Lapas Pekanbaru yang mengedarkan narkoba jenis sabu dalam skala besar.
Yuniarto juga akan memberlakukan pemeriksaan ketat terhadap petugas yang diduga terlibat memasukkan barang terlarang, termasuk telepon genggam yang sering menjadi alat komunikasi warga binaan dalam jaringan narkoba.
"Terkait adanya napi yang mengendalikan narkoba, kita akan lakukan pengetatan terhadap keluar masuknya orang dan barang di dalam Lapas, juga pemeriksaan terhadap oknum-oknum sipir yang menyebabkan HP masuk," ujarnya.
Yuniarto menjelaskan jika ditemukan oknum petugas yang terbukti terlibat, sanksi terberat berupa pemecatan menanti, termasuk proses hukum sesuai UU yang berlaku.
"Terhadap oknum sipir yang terlibat, sanksinya mulai dari pemecatan sampai hukuman sesuai Undang-Undang yang berlaku," tegasnya.
Meski begitu, Yuniarto masih enggan memberikan penjelasan secara detail terkait peredaran narkoba dalam jumlah besar dari dalam Lapas Pekanbaru.
"Terkait peredaran 70 kg, kemudian 20 kg, dan 27 kg, saya tidak bisa tanggapi ini. Saya baru juga di sini," katanya.
Terkait adanya kemungkinan faktor kelalaian dari pejabat keamanan Lapas, termasuk Kepala Pengamanan (KPLP), Yuniarto memilih tidak berkomentar lebih jauh.
"Apakah ada kelalaian dari Kepala Pengamanan atau KPLP? Kalau itu saya no comment," tegas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
- Di Balik Serangan ke Iran: Apa yang Ingin Dicapai AS dan Israel?
Pilihan
-
Sejumlah Artis Mendatangi Rumah Duka Vidi Aldiano, Wartawan Dilarang Masuk
-
Setelah Bertahun-tahun Berjuang, Inilah Riwayat Kanker Ginjal Vidi Aldiano
-
Vidi Aldiano Meninggal Dunia Sabtu 7 Maret Pukul 16.33 WIB
-
Vila di Bali Disulap Jadi Pabrik Narkoba, Bea Cukai-BNN Tangkap Dua WN Rusia dan Sita Lab Rahasia!
-
Shin Tae-yong Gabung FC Bekasi City, Ini Jabatannya
Terkini
-
Waka BGN Temukan Pasokan Bahan Pangan di 9 SPPG Pekanbaru Dimonopoli Mitra
-
Kolaborasi BPDP-GPPI, Perkuat Sektor Perkebunan lewat Peran Perempuan
-
PERBANAS Ungkap Langkah Antisipatif Perbankan Jaga Stabilitas di Tengah Dinamika Ekonomi Global
-
Bawa Belasan Tahanan, Mobil Polisi Terbalik di Dumai
-
BRI KPR Hadir untuk Wujudkan Rumah Impian Anda