- Sektor pertambangan atau energi, Riau mencetak angka mencengangkan.
- Provinsi ini punya kontribusi dominan terkait minyak di Indonesia.
- Riau juga menjadi tempat yang lahirnya sejarah energi Tanah Air.
SuaraRiau.id - Indikator makro ekonomi di Riau pada triwulan III memberikan angka yang positif, yaitu tumbuh 5,45 persen. Kondisi tersebut, berbanding dari pertumbuhan ekonomi tahun 2024.
Asisten II Setdaprov Riau Helmi D menyatakan pertumbuhan ini disebabkan faktor penyumbang yaitu industri pengolahan, pertanian, perikanan, perkebunan dan perhutanan, dan yang terakhir dari sektor pertambangan.
Untuk sektor pertambangan atau energi, Riau malah mencetak angka yang mencengangkan. Provinsi ini berkontribusi 25-27 persen minyak se-Indonesia.
"Secara nasional, Riau ditargetkan tahun ini 605 barel oil, dimana 30 persen-nya dihasilkan oleh SKK wilayah Sumbagut," ujarnya di seminar nasional Migas Center Universitas Islam Riau (UIR), Kamis (27/11/2025).
Sementara itu, SLB Digital Country Manager, Arif Darmawan mengatakan Riau bukan hanya daerah yang kaya akan sumber daya, tetapi juga tanah yang melahirkan kontribusi terbesar bagi sejarah energi di Indonesia.
"Kegiatan eksplorasi mencari cadangan yang ada di bawah bumi jadi semakin kompleks, data yang ada semakin besar volumenya semakin besar semakin beragam dan semakin banyak tuntutan efisiensi yang makin tinggi," ungkap Arif.
Menurutnya penguasaan teknologi menjadi kunci karena di masa depan yang akan memimpin migas bukan hanya mereka yang menguasai teori, tapi mereka yang menggabungkan ilmu sains, teknologi dan teknologi digital.
Di era saat ini, teknologi bukan hanya sekedar alat, ia menjadi bahasa baru di dunia energi, bahasa data, bahasa analitik, simulasi dan kolaborasi digital siapa yang menguasainya dialah yang memimpinnya.
Oleh karena itu, Arif menyatakan, dengan penguasaan teknologi yang dimiliki oleh generasi muda dapat membuatnya memiliki produktivity multiplayer.
"Industri migas saat ini memerlukan talenta yang mampu berinovasi dan memecahkan masalah melalui permodelan, visualisasi serta data yang kompleks," tuturnya
Arif mengungkapkan jika penguasaan perangkat lunak, workshop digital dan kemampuan analisis berbasis AI bukan lagi sesuatu yang opsional tapi sebuah kebutuhan yang strategis untuk masa depan industri migas.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Ketua PP Siak Terlibat Kecelakaan: Renggut Nyawa Pelajar, Belum Ditetapkan Tersangka
-
Diduga Main HP saat Nyetir, Ketua PP Siak Diperiksa usai Kecelakaan Maut di Perawang
-
Kronologi Kecelakaan Land Cruiser Ketua PP Siak, Tewaskan Pemotor Remaja
-
Land Cruiser Ketua Ormas di Siak Tabrak Motor, Satu Pelajar Tewas, 2 Luka Berat
-
65 Orang Jadi Tersangka Karhutla Riau, Lahan Terbakar Capai 3.394 Hektare