Eko Faizin
Rabu, 04 Maret 2026 | 13:26 WIB
Pembangunan Tol Padang-Pekanbaru Seksi Sicincin Dimulai Oktober 2026 [Ist]
Baca 10 detik
  • Pembangunan Tol Sicincin-Bukittinggi ditargetkan dimulai Oktober 2026.
  • Anggaran pembangunan jalan tersebut diperkirakan mencapai Rp25,6 triliun.
  • Permasalahan lahan cukup rumit sehingga dibutuhkan dukungan semua pihak.

SuaraRiau.id - Pembangunan Jalan Tol Padang-Pekanbaru Seksi Sicincin-Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar) ditargetkan dapat dimulai pada Oktober 2026.

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan terkait anggaran yang diperkirakan mencapai Rp25,6 triliun tidak perlu dikhawatirkan.

"Kita memang sudah akan membangun jalan Tol Sicincin-Bukittinggi. Kita mulai Insya Allah Oktober 2026. Mudah-mudahan terlaksana," katanya, Selasa (3/3/2026).

Dody menyatakan, Presiden Prabowo memberikan dukungan penuh untuk pembangunan yang memang memberikan dampak positif bagi masyarakat di Sumbar.

"Namun saya sangat berharap masyarakat dan pihak-pihak terkait untuk benar-benar mendukung kementerian terkait urusan perlahanan," tegasnya.

Menurut Dody, jika lahan yang akan digunakan untuk pembangunan tidak bergerak atau tidak bebas, tentunya kementerian akan kesulitan untuk berprogres secara fisik.

Selain itu, ia menyadari bahwa permasalahan lahan di Sumbar cukup rumit sehingga dibutuhkan dukungan penuh semua pihak.

Apalagi, belajar dari pembangunan flyover Sitinjau Lauik di provinsi itu yang perkembangannya masih nol persen akibat terkendala lahan yang tidak selesai.

Menanggapi hal tersebut, Anggota DPR RI Andre Rosiade mengatakan pihaknya telah meminta Kepala Kejati dan Kapolda Sumbar untuk mengundang Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN), gubernur, wali kota dan bupati terkait untuk mulai membahas pembebasan lahan.

Andre yang juga Wakil Ketua Komisi VI tersebut meminta masyarakat dan pemangku kepentingan terkait mendukung penuh kelanjutan pembangunan Tol Padang-Pekanbaru Seksi Sicincin-Bukittinggi.

Akses ini dinilai penting untuk mendongkrak pertumbuhan perekonomian di Ranah Minang.

"Rencananya nanti 6 April akan dibahas," tegasnya. (Antara)

Load More