- Bripka Alex Sander ditangkap terkait peredaran sabu
- Tersangka merupakan personel Ditsamapta Polda Riau
- Bripka Alex terancam diberhentikan dengan tidak hormat
SuaraRiau.id - Kabid Humas Polda Riau Kombes Anom Karibianto membenarkan bahwa Bripka Alex Sander (AS) merupakan personel Ditsamapta Polda Riau yang ditetapkan sebagai tersangka terkait peredaran sabu 1 kilogram.
Bripka Alex Sander dibekuk tim dari Subdit II Ditresnarkoba Polda Riau saat operasi Anti Narkotika (Antik) berlangsung 9-30 September 2025.
"Saat ini Bripka AS sudah dipatsus (penempatan khusus) dan akan menghadapi dua sanksi, yakni sanksi kode etik dan sanksi penyalahgunaan narkotika jika terbukti terlibat," kata Kombes Anom dikutip dari Riauonline.co.id--jaringan Suara.com.
Terungkapnya peran AS bermula pada 10 September 2025, Polda Riau melakukan penangkapan terhadap AJ di Kota Dumai beserta barang bukti 1 kilogram sabu.
Dari hasil pemeriksaan, AJ mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari seorang berinisial MR.
"Saat dilakukan pengembangan, tim melakukan penangkapan terhadap MR, dirinya mengaku kalau narkoba tersebut diperoleh dari seseorang lainnya berinisial AS," ujar Anom.
Kombes Anom menjelaskan, Bripka Alex Sander ditangkap di sebuah rumah makan yang ada di Pekanbaru.
Sementara itu, Polda Riau masih mendalami terkait adanya kemungkinan barang tersebut diterima dari orang lain.
"Yang jelas kita komitmen dan tegas akan peredaran gelap narkoba di Bumi Lancang Kuning. Jika terbukti, Bripka AS akan diberhentikan dengan tidak hormat," tutup Anom.
Sebelumnya, pada 2022, saat masih menjabat Bhabinkamtibmas di Kepenghuluan Panipahan Laut, Rokan Hilir, Bripka Alex Sander pernah dituntut untuk dipecat atau Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) karena bolos dinas atau desersi.
Meski lolos dari pemecatan dan dijatuhi hukuman demosi 10 tahun, ia kembali bertugas sebagai anggota polisi di Polres Rokan Hilir sebelum akhirnya dimutasi ke Ditsamapta Polda Riau.
Pada Desember 2022, Bripka Alex membuat heboh dengan menuding Kapolres Rokan Hilir kala itu, AKBP Andrianto Pramudianto, menerima suap sebesar Rp1 miliar terkait penanganan kasus narkoba.
Dalam tudingan itu, aliran dana disebut berasal dari seseorang melalui Brigadir AS.
Kasus ini sempat ditangani Propam Polda Riau, namun hasil penyelidikan membuktikan bahwa AKBP Andrianto tidak bersalah.
Sebaliknya, Bripka Alex dijatuhi sanksi demosi selama 10 tahun melalui sidang kode etik internal Polri pada November 2022.
Berita Terkait
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Kisah Sukses BRILink Agen Bakauheni, Usaha Kecil yang Kini Jadi Solusi Keuangan Warga
-
Transformasi Desa Tompobulu, Kolaborasi Potensi Lokal dan Digitalisasi Dorong Pertumbuhan Ekonomi
-
3 Mobil Keluarga Bekas Paling Dicari: Kabin Lapang, Ekonomis untuk Harian
-
5 Mobil Bekas 7 Penumpang Harga 100 Jutaan, Pilihan Logis untuk Keluarga
-
Kasatnarkoba Pekanbaru Tak Jalani SOP, Disebut Terima Uang Lepas Pelaku Narkoba