- Seekor gajah mati mengenaskan tanpa gading dan kepala di Pelalawan.
- Diduga pelaku mengambil gadingnya karena memiliki nilai ekonomis.
- Pasar gading di Indonesia mayoritas digunakan untuk pipa rokok.
SuaraRiau.id - Penemuan gajah mati di kawasan konsesi perusahaan HTI, tepatnya Distrik Ukui, Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau menuai sorotan.
Gajah sumatera tersebut ditemukan mati mengenaskan tanpa kepala dan gading. Hal ini memunculkan dugaan kuat adanya praktik perburuan liar.
Wildlife Crime Expert, Dwi Adhisto, menyebut gajah merupakan salah satu mamalia yang paling banyak diburu di Indonesia karena nilai ekonomis gadingnya.
"Gajah adalah salah satu mamalia yang paling diburu di Indonesia karena gadingnya. Berbeda dari negara lain yang memanfaatkan gading untuk ukiran tertentu, di Indonesia mayoritas digunakan untuk pipa rokok dan ada juga sebagai hadiah dalam upacara pernikahan," ujarnya dikutip dari Riauonline.co.id--jaringan Suara.com, Rabu (11/2/2026).
Kejadian gajah tanpa kepala dan gading ini memperlihatkan indikasi bahwa satwa dilindungi tersebut sengaja dibunuh untuk diambil gadingnya.
Dwi menjelaskan, pasar gading gajah di Indonesia masih cukup besar. Permintaan yang terus ada menjadi faktor utama maraknya perburuan, meskipun populasi gajah Sumatera kian menyusut.
"Kalau kita lihat, konsumen gading gajah memang ada di Indonesia. Bahkan tidak jarang kita temui juga gading gajah Afrika beredar. Karena stok gading gajah sumatera semakin sedikit sementara konsumennya tidak berkurang," ungkapnya.
Dwi menuturkan, kondisi ini membuat praktik perburuan masih terus berlangsung. Tidak hanya gajah Sumatera, gading gajah Afrika pun masuk ke Indonesia untuk memenuhi kebutuhan bahan ukiran dan pipa rokok.
"Jadi memang perburuan masih ada karena pasarnya masih ada di Indonesia. Jangankan gajah Sumatera, gajah Afrika juga masuk ke Indonesia untuk ukiran dan pipa rokok," tegasnya.
Ia menambahkan, persoalan terbesar dalam konservasi gajah di Indonesia saat ini adalah perburuan dan konflik antara manusia dan satwa liar. Konflik yang terjadi di sejumlah wilayah juga kerap berujung pada kematian gajah.
"Problem konservasi terbesar di Indonesia adalah perburuan dan konflik. Konflik juga menjadi penyumbang penjualan gading, karena ada kasus gajah diracun lalu kemudian gadingnya dijual," ungkap Dwi.
Kasus kematian gajah di Ukui ini kembali menambah daftar panjang ancaman terhadap populasi gajah Sumatera yang statusnya sudah kritis.
Aparat penegak hukum dan pihak terkait diharapkan segera mengusut tuntas kasus tersebut guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Berita Terkait
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal tapi Tidak Bicara Menurut Primbon Jawa
- Menyakitkan Para Pencari Kerja, Guru Besar UGM: Perbuatan Gibran Tercela, Harus Diselesaikan
- Sabun Kojie San untuk Wajah atau Badan? Simak Kegunaan dan Kandungannya
Pilihan
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
Terkini
-
Razia, Wawakot Pekanbaru Jaring Puluhan Orang Bukan Pasutri Ngamar di Hotel
-
Penanaman di Lahan Bekas Karhutla, Bupati Siak Kasih Nama Pohon 'Jenderal Herry'
-
Sempat Diguyur Hujan, Kualitas Udara Pekanbaru Masih Tidak Sehat
-
Asap Karhutla Berisiko Bikin Gagal Napas, Anak-anak dan Lansia Paling Rentan
-
Karhutla Riau Membara Lagi, Lahan di Jalan Lingkar Bangkinang Terbakar