SuaraRiau.id - Dua Bakal Pasangan Calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Riau resmi mendaftar ke KPU Riau di hari kedua pendaftaran Pilkada pada Rabu (28/8/2024).
Kedua Paslon tersebut adalah Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Muhammad Nasir dan HM Wardan, kemudian Bakal Calon Abdul Wahid dan SF Hariyanto.
Ketua KPU Riau Rusidi Rusdan menyatakan proses pendaftaran yang dilaksanakan di Aula Lantai 2 kantor KPU Riau ini berjalan lancar dengan seluruh berkas yang diperlukan telah di diserahkan kepada KPU Riau dan diunggah di aplikasi Silon (Sistem Informasi Pencalonan).
"Berkas pendaftaran sudah lengkap dan diterima, selanjutnya KPU Riau juga menyerahkan surat rekomendasi untuk pemeriksaan kesehatan Bakal Pasangan Calon ke RSUD," ujar Rusidi, Rabu (28/8/2024).
Ketua KPU Riau menjelaskan Bakal Pasangan Abdul Wahid dan SF Hariyanto diusulkan koalisi Partai PKB, PDI Perjuangan dan Nasdem dengan jumlah suara 1.158.570.
Sementara Muhammad Nasir dan HM Wardan diusulkan oleh koalisi Partai Demokrat, Gerindra, PAN, PPP, PSI, Gelora, dan Perindo dengan total jumlah suara sah pada Pemilu 2024 sebanyak 1.257.883.
Yang menjadi sorotan ialah Abdul Wahid dan SF Hariyanto diantar oleh pendakwah ternama Ustaz Abdul Somad (UAS). Keduanya naik Jeep hijau yang dikemudikan sang ustaz.
Para Paslon yang mendaftar hari ini menyampaikan terima kasih atas dukungan masyarakat dan mengajak semua pihak untuk berpartisipasi dalam mewujudkan Pilkada Serentak 2024 yang aman, damai dan berintegritas.
Rusidi mengungkapkan bahwa Paslon yang telah mendaftar baik Calon Gubernur dan Wakil Gubernur maupun Calon Bupati dan Wakil Bupati serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota melakukan pemeriksaan kesehatan di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru.
Baca Juga: Diantar Pakai Jeep Putih, Muhammad Nasir-HM Wardan Resmi Daftar Pilkada Riau
"Pendaftaran ini menandai langkah awal Bakal Pasangan Calon dalam mengikuti tahapan-tahapan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau 2024," jelasnya.
Menurut Rusidi, tahapan-tahapan yang akan dijalankan mengedepankan nilai-nilai demokrasi, keterbukaan dan fokus pada kepentingan masyarakat.
Diketahui, pada Selasa (27/8/2024), Paslon Syamsuar-Mawardi Saleh resmi mendaftar ke KPU Riau. Pasangan ini diusulkan oleh koalisi Partai Golkar dan PKS Riau tersebut dengan jumlah suara sah pada Pemilu 2024 sebanyak 940.321 suara.
Perolehan suara Partai Golkar 566.192 dan PKS 374.129 suara.
Pada momen tersebut, Syamsuar menyampaikan terima kasih kepada KPU Riau, selain kepada partai pendukungnya yang tergabung dalam koalisi.
Berita Terkait
-
Ternyata Bukan Hanya Soal Biaya Politik, KPK Bongkar Alasan di Balik OTT 11 Kepala Daerah
-
Di Balik Layar OTT KPK: Membongkar Gurita Sindikasi 'Jatah Preman' Kepala Daerah Lewat Ajudan
-
Ustaz Abdul Somad Unggah Foto Bareng Jusuf Kalla, Singgung Soal 'Makar'
-
5 Fakta Kasus Pemerasan Gubernur Riau: dari OTT hingga Ajudan Jadi Tersangka
-
Rentetan OTT Kepala Daerah, Tito Sebut Ada Masalah Mendasar dalam Rekrutmen Pilkada
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
-
'Kakak Saya Belum Bisa Dihubungi', Pilu Keluarga Cari Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Lewat Medsos
Terkini
-
Pengundian Program BRI Debit FC Barcelona: Dapat 6 Benefit dan Bertandang Langsung ke Camp Nou
-
Sosok Jeni Rahmadial Fitri, Finalis Puteri Indonesia yang Ditahan Polda Riau
-
Kasus Praktik Medis Ilegal, Finalis Putri Indonesia Riau Ditangkap
-
Puluhan Mahasiswi Jadi Korban Pelecehan Dokter Cabul di Klinik Unri
-
BFI Finance Terseret Kasus Debt Collector Keroyok Warga: Kami Menolak Premanisme