SuaraRiau.id - Aya atau AS (41), ibu yang anaknya diduga mendapat perlakuan buruk dari pemilik dan pengasuh Early Steps Daycare Pekanbaru berharap sang anak mendapat keadilan.
"Harapan saya mendapatkan keadilan, Daycare itu ditutup karena sampai saat ini masih beraktivitas dan pemilik serta yang terlibat disangsi tegas," ujarnya saat dihubungi, Kamis (8/8/2024).
Aya menceritakan, ia dan suami pertama kali mengetahui perlakuan itu dari salah seorang pengasuh yang awalnya memintanya untuk tidak lagi mengantarkan sang anak ke daycare tersebut.
"Awalnya pada akhir Mei 2024, saat itu suami yang jemput dan didatangi seorang pengasuh yang keluar diam-diam dan meminta nomor," katanya.
Kemudian, saat malam harinya sekitar pukul 21.00 WIB, pengasuh itu melakukan video call bersama Aya dan 4 orang yang lainnya. 3 di antara mereka merupkan mantan pengasuh.
"Saat itulah, pengasuh itu menceritakan kalau anak saya F diikat lakban dan tidak diberi makan setiap hari," ungkapnya.
Masih kata pengasuh, sang anak awalnya diikat menggunakan kain di baby care itu, namun karena bisa meloloskan diri diganti dengan lakban.
"Katanya, anak saya diperlakukan seperti itu karena dinilai terlalu aktif. Saya pernah mendapati anak mendapat lebam di bagian pinggang dan paha. Namun saat ditanya kepada pemilik daycare jawabnya tidak tahu," kata Aya menceritakan.
Lebih lanjut, Aya menjelaskan bahwa sang anak dititipkan sudah hampir 7 bulan dan sejak mendapat foto dan video itu ia tidak lagi ke daycare tersebut.
Baca Juga: Dugaan Aniaya Anak di Pekanbaru, Kak Seto: Daycare Ternyata Belum Punya Izin
"Pengakuan pengasuh lainnya, selama satu bulan bekerja di daycare itu, hampir setiap hari ia melihat anak diikat dan tidak diberi makan. Hal itu dilakukan seorang oknum pengasuh atas suruhan W," jelasnya.
Lebih lanjut, Aya juga mengaku untuk menitipkan anak di daycare itu ia membayar sebanyak Rp1,3 juta setiap bulan dan uang pangkal sekitar Rp3 jutaan.
Aya juga menjelaskan, karena sejak beberapa waktu lalu kasus itu tak ada kejelasan, ia berinisiatif menghubungi penyidik yang kemudian memintanya datang ke Polresta Pekanbaru.
"Kata penyidik, terlapor tidak bisa ditahan karena hasil visum tidak jelas dan ancamannya di bawah 5 tahun sesuai pasal 80 tentang perlindungan anak," ungkapnya.
"Karena itulah saya merasa lemah dimata hukum, dan cara terakhir yang saya lakukan adalah memviralkan lewat media sosial yang ternyata disambut banyak pemgakuan dari orangtua yang anaknya juga mendapat perlakuan yang hampir sama," pungkasnya.
Sebelumnya, Suara.com memberitakan pemilik daycare itu berinisial WF telah ditetapkan sebagai tersangka karena melanggar pasal perlindungan anak.
Berita Terkait
-
Sempat Syok! Siswa Sekolah Rakyat Korban Penganiayaan Kadet Unhan di Jember Mulai Bersekolah Lagi
-
Kesaksian Korban Salah Sasaran di Kericuhan Malioboro: Ditarik dan Dipukuli Massa Tak Dikenal
-
Kesal Tak Dijemput, Nenek di Depok Tega Bakar Cucu Hingga Luka 80 Persen
-
Dugaan Penganiayaan Nelayan hingga Tewas di Polsek Kajang, 4 Polisi Diadukan ke Mabes
-
Lempar Lego dan Kurung Anak di Ruang Gelap, 19 Terdakwa Susulan Little Aresha Jalani Sidang Perdana
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Ketua PP Siak Terlibat Kecelakaan: Renggut Nyawa Pelajar, Belum Ditetapkan Tersangka
-
Diduga Main HP saat Nyetir, Ketua PP Siak Diperiksa usai Kecelakaan Maut di Perawang
-
Kronologi Kecelakaan Land Cruiser Ketua PP Siak, Tewaskan Pemotor Remaja
-
Land Cruiser Ketua Ormas di Siak Tabrak Motor, Satu Pelajar Tewas, 2 Luka Berat
-
65 Orang Jadi Tersangka Karhutla Riau, Lahan Terbakar Capai 3.394 Hektare