SuaraRiau.id - Satu per satu teman Marisa Putri (21) yang merupakan tersangka penabrak emak-emak hingga tewas di Kota Pekanbaru berhasil ditangkap.
Terbaru, polisi menangkap seorang wanita muda berinisial SW (21) di salah satu agen travel tujuan Medan, Senin (5/8/2024) malam.
"Benar, sudah tiga orang yang diamankan. Mereka AE (38), RS (27) dan SW (21)," kata Diresnarkoba Polda Riau, Kombes Manang Soebeti, pada Selasa (6/8/2024).
Manang menjelaskan, SW ditangkap saat akan melarikan diri ke Sumatera Utara. Lokasi penangkapan di Jalan SM Amin, Pekanbaru.
"SW kemudian dibawa ke Mapolresta Pekanbaru untuk menjalani tes urine. Namun, hasil tes menunjukkan bahwa dia negatif narkoba sama seperti dua teman lainnya," kata Manang.
Meskipun hasil tes urine negatif, SW mengaku telah mengonsumsi pil ekstasi bersama Marisa Putri dan lima teman lainnya.
Ia juga mengaku bahwa pil ekstasi tersebut diberikan oleh AE. Namun, Kombes Manang menjelaskan bahwa pengakuan ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut karena AE membantah memberikan ekstasi tersebut.
"Kami akan mengkonfrontir keterangan mereka, karena ada perbedaan dalam pengakuan masing-masing," jelas Kombes Manang.
Sementara itu, Marisa Putri mengaku menyesal atas kejadian tersebut. Ia mengatakan bahwa dirinya pertama kali mengenal narkoba dari teman-temannya saat berada di tempat hiburan malam.
Baca Juga: Mahasiswi di Pekanbaru Pesta Narkoba sebelum Tabrak Guru hingga Tewas
"Saya sebenarnya tidak suka pil ekstasi. Awalnya saya tidak mau, tapi mereka terus membujuk, akhirnya saya terpaksa mencoba," ujar Marisa.
Sebelumnya, Suara.com memberitakan bahwa malam sebelum terjadinya kecelakaan yang merenggut nyawa seorang ibu rumah tangga (IRT) bernama Renti Marningsih (46) di Pekanbaru, tersangka penabrakan, MP (21) diduga terlibat dalam pesta narkoba.
"Informasi yang kami peroleh, tersangka MP melakukan pesta menggunakan narkoba bersama 6 teman lainnya. Saat ini nama-nama sudah kami kantongi dan jumlahnya bisa bertambah," kata Diresnarkoba Polda Riau, Kombes Pol Manang Soebeti di Mapolda Riau, Senin (5/8/2024).
Manang menjelaskan, polisi saat ini tengah memburu rekan-rekan MP yang saat ini diduga masih bersembunyi.
"Pengakuan tersangka, sebelum kecelakaan ia baru pulang dari tempat hiburan malam dan saat itu mengkonsumsi narkoba bersama teman-temannya," ungkapnya.
Manang pun mengimbau kepada teman-teman MP agar segera menyerahkan diri daripada dijemput paksa di tempat persembunyian.
Berita Terkait
-
Anak Kritik Ada Ulat di Sayur! Emak-emak Ini Tetap Dukung MBG Demi Hemat Uang Jajan
-
Polisi Ringkus Komplotan Begal Sadis di Pekanbaru, Belasan Motor dan Mobil Disita
-
Riau Bhayangkara Run 2026 Sold Out, 15.080 Pelari Siap Ramaikan Pekanbaru
-
Logika Emak-Emak Menakar Misteri Lauk Proyek MBG yang Diduga Disunat Kroni
-
Ngeri! Mahasiswi UNP dan Warga Kena Peluru Nyasar Latihan Militer, Proyektil Bersarang di Paha
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
Changan Automobile: Industri Mobil Pintar Bertenaga Energi Terbarukan
-
Chongqing 1949, Pertunjukan Sejarah Berbalut Teknologi Canggih
-
Tapir Mati Mengenaskan di Areal Perusahaan, Diduga Ditabrak Truk Besar
-
Polisi Tetapkan Tersangka Karhutla 180 Hektare di Bengkalis
-
Abdul Wahid Terjerat Dugaan Korupsi, UAS: Aku Akan Tetap Membelamu