Aji ditunjuk untuk membina pemain Persebaya FC sejak awal musim 2017. Di sisa musim kompetisi Liga 1 2019, Aji Santoso ditunjuk kembali menjadi pelatih kepala untuk Persebaya.
Sebelumnya, Aji Santoso juga pernah menjadi pelatih Timnas U-22 pada tahun 2012 dan menjadi asisten pelatih U23 pada tahun 2011 sampai tahun 2013, mendampingi Rahmad Darmawan. Kemudian Aji Santoso menangani Timnas U-23 di tahun 2014 hingga 2015.
Aji juga bermain untuk Indonesia untuk berbagai ajang kejuaraan internasional, bahkan prestasinya terbilang sensasional. Namanya makin dikenal setelah ikut mempersembahkan medali emas SEA Games 1991.
Masa keemasan sebagai pemain nasional ia bukukan dalam kurun waktu 1990-1999. Ia tercatat sebagai pemain yang tiga kali mempersembahkan gelar juara kompetisi PSSI, yakni untuk Arema (1992/1993), Persebaya Surabaya (1997/1998), dan PSM Makassar (1999/2000).
Baca Juga: Sosok Calon Pelatih PSPS Riau, Nama Aji Santoso Mencuat
Salah satu yang unik dari Aji Santoso, ia tak pernah duduk sebagai pemain cadangan, baik saat di tim nasional maupun di klub profesional. Ia selalu menjadi pemain utama dan pemegang ban kapten.
Setelah gantung sepatu, Aji Santoso beralih profesi menjadi pelatih sepak bola. Sebagai Pelatih, dia terakhir membawa PON Jatim meraih emas pada pagelaran PON Kaltim 2008, dan meraih perunggu pada ajang POM ASEAN di Kuala Lumpur, Malaysia.
Aji pernah bermain untuk Argo Manunggal Sawunggaling (AMS) Kepanjen pada 1986-1987, Gajayana Malang (1987), Persema Jr pada 1987, Arema Malang (1988-1995), Persebaya Surabaya (1995-1999) dan Timnas Indonesia pada tahun 1990-2000.
Karier kepelatihan
- SSB Arema
- Akademi Arema (2004)
- Timnas U-17 (2005)
- Persiko Kota Baru (2006)
- POMNAS Jatim (2007)
- Persekam Metro Kab Malang (2007)
- PON Jatim (2006/2008)
- POM ASEAN (2008)
- Persik Kediri (2009)
- Persebaya Surabaya (2009)
- Persisam Putra Samarinda (2009-2010)
- Persema Malang (2010)
- Persebaya Surabaya (2010-2011)
- Timnas U-23 Asisten Pelatih (2011)
- Timnas U-23 (2013-2015)
- Arema FC (2017)
- Persela Lamongan (2017)
- PSIM Jogja (2019)
- Persebaya Surabaya (2019)
- Persikabo 1973 (2023-sekarang)
- PSPS Riau (2024 - )
Baca Juga: PSPS Riau Lakukan Evaluasi Jelang Liga 2 Musim Depan
Berita Terkait
-
Eks Pelatih Timnas Indonesia Ingatkan Patrick Kluivert: Jangan Tiru Belanda
-
Iki Jeporo! Persijap Raih Tiket Terakhir Promosi Liga 1 2025/2026
-
PSIM Promosi ke Liga 1 Usai Penantian 18 Tahun, seperti Sudah Jalan Tuhan
-
Setelah 18 Tahun Penantian, PSIM Yogyakarta Resmi Promosi ke Liga 1 Musim Depan
-
Aji Santoso: Tiga Pelatih Lokal Asisten Patrick Kluivert
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Menghitung Ranking FIFA Timnas Indonesia Jika Menang, Imbang, atau Kalah Melawan China
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Silaturahmi ke Rumah Syamsuar, Gubri Wahid: Saya Minta Tunjuk Ajar
-
5 Tahun Tak Bisa Pulang, Bu Atun Bersyukur Ada Program Mudik Gratis dari BUMN
-
Gubri Abdul Wahid Ungkap Rencana Hadapi 'Badai' Efisiensi Anggaran
-
Polda Riau Ungkap Penyebab Penikaman Polisi hingga Berujung Maut
-
BRImo Siap Mendukung Transaksi Selama Libur Lebaran 2025 Seru dan Mudah!