SuaraRiau.id - Presiden Joko Widodo atau Jokowi dianggap tengah membangun dinasti politik lewat pencalonan sang anak Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden RI.
Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) Anas Urbaningrum mengatakan, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY juga punya keinginan membangun dinasti politik.
"Intinya memang faktanya setiap keluarga politik di Indonesia itu selalu punya agenda menyiapkan generasi berikutnya," ujar Anas dikutip dari Youtube Total Politik.
Hanya saja kata Anas, ada perbedaan eksekusi antara SBY dan Jokowi dalam hal membangun dinasti politik. Menurut dia, Jokowi lebih berani dari SBY.
"Secara umum kalau mau disandingkan, Pak SBY mengerjakannya dengan agak ragu-ragu kalau Pak Jokowi dengan gagah berani," ujar dia.
Kesamaan antara SBY dan Jokowi menurut Anas, keduanya sama-sama memiliki minat politik tentang generasi penerus di keluarganya.
Dalam logika kekuasaan bagi Anas Urbaningrum, dinasti politik itu normal. Hanya saja, menurut dia, demokrasi bicara tentang metode yang patut dan etis.
"Tapi kan setiap aktor politik, tokoh politik, keluarga politik tidak mungkin tidak berpikir memnyiapkan generasi berikutnya. Itu kan memang logika kekuasaan yang normal bukan hanya di Indonesia, di manapun," tuturnya.
Anas mengatakan, keluarga-keluarga politik di banyak negara juga menyiapkan generasi penerusnya. Tapi yang sering membedakan kata dia, adalah caranya dan tingkat kecepatannya.
Baca Juga: Rebutan Sengit Basis Jokowi di Sumatera, Ke Prabowo Subianto atau Ganjar Pranowo?
Berita Terkait
-
Rebutan Sengit Basis Jokowi di Sumatera, Ke Prabowo Subianto atau Ganjar Pranowo?
-
Beralih ke Prabowo Subianto-Gibran? Dukungan Anies Baswedan di Pulau Sumatera Merosot
-
TPD Pastikan Ganjar-Mahfud Menang di Riau
-
Buntut Bikin Gaduh Politik Dinasti Yogyakarta, Kaesang Pangarep Persilahkan Ade Armando Keluar dari PSI
-
Cak Imin soal Debat Cawapres Ditiadakan: Pokoknya Kita Ikuti Apa Maunya KPU
Terpopuler
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Tak Perlu Bongkar Kitab, Muhammadiyah Bikin AI Khusus ChatHPT untuk Jawab Persoalan Agama
-
Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
Terkini
-
Kasus Suap Suhardiman Amby, KPK Ungkap Peluang Periksa Menhut Raja Juli
-
Oknum PNS di Siak Ditangkap, Diduga Setubuhi Anak 11 Tahun Berkali-kali
-
Anggota Polda Riau Diminta Hati-hati Bermedsos, Hindari Unggahan Pemicu Polemik
-
Tokoh Pendiri Pekanbaru Diusulkan Jadi Nama Gerbang Tol Dalam Kota
-
Perluas Penghijauan di Tujuh Wilayah, PNM Tanam 5.850 Bibit Pohon Endemik