SuaraRiau.id - Banjir merendam wilayah Siak sejak beberapa hari belakangan ini, termasuk Kampung Benteng Hulu Kecamatan Mempura.
Akibat rumah warga terendam banjir, aktivitas ekonomi dan pendidikan terganggu. Tak hanya merendam rumah, banjir juga menggenangi kebun sawit milik warga.
Handoko (35) salah seorang warga yang tak lagi beraktivitas ke kebun miliknya menyampaikan bahwa tinggi air di kebunnya mencapai pinggang orang dewasa.
"Cemana mau ke kebun, airnya aja setinggi pinggang saya bang. Mau kayak mana ke dalam itu," kata Handoko, Rabu (16/11/2022).
Saat ini, Handoko hanya berharap air bisa cepat surut agar bisa kembali beraktivitas seperti biasanya.
Sebab, lanjut Handoko, penghasilan yang ia dapat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari hanya bersumber dari kebunnya.
"Berharap cepat surut airnya, karena cuma itu sumber penghasilan kami. Saat ini usahkan untuk membersihkan dan merawat kebun, untuk memanen sawit pun memang tak bisa," terang Handoko.
Senada disampaikan Sofyan (33) warga Kampung Benteng Hulu, Mempura yang sehari-hari bekerja menderes getah. Kebun milik Sofyan juga terendam air dah 3 minggu lamanya.
Dikatakatan Sofyan bawa sejak tiga minggu tersebut Ia tak pernah lagi bisa menderes getah.
"Sudah tiga minggu kami tak bisa menderes getah. Kebun terendam air, mana bisa menderes," ungkap Sofyan.
Disinggung soal harapan terhadap pemerintah terkait mengatasi banjir, Sofyan tidak ingin banyak berkomentar. Sebab menurutnya, tidak ada gunanya berharap.
"Paling kami disuruh sabar dan sebagainya. Kami masyarakat kecil ni meminta pertolongan Allah aja biar tak hujan lagi dan air cepat surut biar bisa kerja memenuhi kebutuhan hidup," jelas Sofyan.
Kami, kata Sofyan, warga di Benteng Hulu mana pernah mendapat bantuan soal bencana banjir ini. Padahal, kampungnya tidak begitu jauh dari Kantor Bupati Siak.
"Mana ada kami dapat bantuan sampai saat ini, sudah hampir sebulan kebun terendam dan kami tak bisa beraktifitas. Tambah sekarang rumah pun sudah ikut terendam. susah jelasinnya bang. Bersyukur aja lagi," tutur Sofyan.
SD terendam banjir
Sekretaris Dinas Pendidikan Siak, Fakhrurrozi mengatakan beberapa sekolah saat ini mengalami musibah banjir.
Kendati terkena banjir, beberapa sekolah tetap melakukan proses belajar mengajar.
"Ada juga yang terpaksa harus belajar dengan daring dari rumah," kata Fakhrurrozi.
Sementara itu, Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Siak Supriyadi mengatakan ada dua sekolah yang melaksanakan belajar secara daring karena sekolahnya terendam banjir.
"Ada SDN 22 Mengkapan, Sungai Apit dan SDN 09 Muara Kelantan, Sungai Mandau yang proses belajarnya melalui daring tidak tatap muka. Hal ini sudah kami sampaikan ke pimpinan," jelas Supriyadi.
Hal tersebut dibenarkan Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 22 Mengkapan Sei Apit, Ismail mengatakan ada 200 an siswa yang harus belajar karena banjir.
"200an murid di sekolah kami harus daring, tapi kalau air surut ada juga kami buat belajar tatap muka," ungkap Ismail melalui telfon.
Namun, Ismail tak menjelaskan secara rinci penyebab sekolahnya tergenang air dan berapa lama aktifitas belajar secara daring.
Kontributor : Alfat Handri
Berita Terkait
-
Kantor Dinas Pertanian Siak dan Distributor Pupuk Digeledah Jaksa, Ada Apa Ini?
-
Sudah Ribuan Rumah Terendam Banjir, Pemkab Siak Belum Tetapkan Status Siaga
-
Miris! Siswa SDN Ciloma Sukabumi Harus Belajar di Lantai Akibat Ruang Kelas Ambruk
-
Tahun Ini Terparah, Banjir Rendam Sawah Petani Bojonegoro Tiga Hari Ini
-
Ribuan Warga Siak Terdampak Banjir, Wakil Bupati: Mohon Bersabar
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Mahasiswi Dibacok, DPR Desak Evaluasi Keamanan Kampus UIN Suska Riau
-
Pembacokan Mahasiswi UIN Suska: Cinta Bertepuk Sebelah Tangan, Terpikat Sejak Sama-sama KKN!
-
3 Fakta Baru Mahasiswa Bacok Mahasiswi UIN Suska: Asah Kapak dan Parang, Niat Aniaya Sejak 2025!
-
Viral Kronologi Pembacokan di UIN Suska Riau, Dari Niat Baik Berujung Obsesi Mematikan
-
Tutup Tahun 2025, BRI Cetak Laba Rp57,132 Triliun dan Komitmen Dukung Asta Cita Pemerintah