SuaraRiau.id - Video penggerebekan gubuk yang dijadikan sebagai tempat mengisap sabu viral di TikTok. Penggerebakan tersebut dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional atau BNN Riau, beberapa waktu lalu.
Video tersebut diposting akun @batman.bnnp.riau sekitar tujuh jam lalu. Video itu sudah ditonton sekitar 2,2 juta kali.
Postingan bertulisan Tim Batman BNN Riau berhasil menangkap bandar narkoba di Rokan Hilir (Rohil) telah disukai lebih 84,1 ribu dan dikomentari sebanyak 2.030 orang.
Dalam video bedurasi 2 menit 28 detik, seorang anggota BNN Riau berpakaian hitam berjalan menuju gubuk di tengah perkebunan sawit.
“Guys, ini namanya taman narkoba di Bagan,” kata anggota BNN Riau tersebut.
Di dalam gubuk itu, terdapat bilik-bilik yang disiapkan bandar sebagai tempat mengisap sabu. Selain itu, juga juga ditemukan bong, korek api dan berbagai ukuran plastik klip berserakan di lantai gubuk.
Tak jauh dari gubuk, terdapat rumah kecil. Rumah itu tempat transaksi antara bandar dan pembeli. Mereka bertransaksi melalui jendela pada rumah tersebut. Di dekat pintu jendela terdapat kantong plastik berisikan mancis (korek api) dan pipet kaca. Kemudian, juga ada ember kecil tergantung berisikan permen.
Di dalam rumah terlihat anggota BNN Riau telah berhasil meringkus bandar barang haram tersebut. Dia terduduk menyandar ke dinding dengan kedua tangan terborgol.
Di samping rumah, terdapat gubuk yang juga sebagai tempat menggunakan narkotika jenis sabu. Tiap ruangan ditemukan alat isab sabu, plastik klip serta mancis.
Kabid Pemberantasan BNN Riau, AKBP Berliando membenarkan, video penggerebekan tersebut. Dikatakannya, pengungkapan itu dilakukan di Dusun Sukajadi, Kecamatan Bangko Pusako, Rokan Hilir (Rohil) pada Sabtu (18/6/2022) lalu.
“Iya betul, itu anggota BNNP Riau dari Bidang Pemberantasan dalam pengungkapa kasus peredaran gelap narkoba di Rohil. Kasusnya sudah kita serahkan ke pihak Kejaksaan,” ujar Berliando, Rabu (31/8/2022)
Pengungkapan tersebut menindaklanjuti laporan masyarakat terkait peredaran barang haram. Atas informasi tersebut ditindaklanjuti dengan rangkaian proses penyelidikan.
“Kami melakukan penyergapan dan penangkapan terhadap pemilik rumah bernama Mariono alias Ucok,” sebutnya.
Dari tangan Mariono, disita sejumlah barang bukti. Di antaranya 23 paket sabu harga jual Rp150 ribu, 13 paket sabu harga jual Rp200 ribu, 12 paket sabu harga Rp300 ribu. Lalu, 24 paket sabu harga jual Rp100 dan puluhan paket sabu lain, serta satu unit handpohe bersama uang tunai Rp1,15 juta.
Kontributor : Riri Radam
Berita Terkait
-
Sarang Narkoba dan Judi Jalan Klambir V Gang Pantai di Sunggal Dihancurkan Polisi
-
Kumpulkan Brondolan Sawit hingga 45 Karung, Tiga Karyawan di Rokan Hilir Dibekuk
-
Penggerebekan Judi Dikaitkan dengan Konsorsium 303, Polda Metro Jaya Bantah Keras
-
13 Markas Judi di Tangsel Digerebek Polisi, Tersebar di Seluruh Kecamatan
-
Polisi Gerebek 2 Markas Judi Online di Tangerang, 8 Operator Diamankan
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Gelombang Protes Narkoba: Kapolsek Dicopot, Jajaran Polsek Panipahan Dirombak
-
Siap-siap, BBRI Bakal Bagikan Dividen Rp52,1 Triliun untuk Pemegang Saham
-
Ratusan iPhone Terbaru Gagal Masuk Siak, Diselundupkan lewat Batam
-
Sekolah Riau Dilarang Gelar Perpisahan Mewah di Hotel, Bikin Beban Ortu!
-
Kasus Siswa SMP Siak Meninggal: Kementerian PPPA Minta Evaluasi Praktik Sekolah