SuaraRiau.id - Kepergian putra Ridwan Kamil, Emmeril Khan Mumtadz alias Eril meninggalkan duka segenap masyarakat Indonesia.
Lautan manusia sempat memadati sepanjang jalan kawasan Bandung menuju tempat peristirahatan terakhir Eril.
Eril dimakamkan di komplek pemakaman keluarga di Cimaung, Kabupaten Bandung.
Keluarga Ridwan Kamil pun nampak memberikan kebebasan masyarakat untuk berziarah selama jam kunjungan yang telah ditentukan.
Namun, ada beberapa peziarah yang diduga kurang menjunjung etika ketika mengunjungi makam demi kesenangan pribadi.
Diketahui, makam Eril hampir selalu ramai didatangi para peziarah sejak jenazah Eril dikubur pada 13 Juni lalu di Baitul Ridwan Islamic Center, Cimaung, Bandung.
Sayangnya, ada orang-orang yang datang cuma untuk foto-foto yang kemudian diunggah di akun media sosial buat sekadar senang-senang.
Seperti dalam video yang viral baru-baru ini, ada tiga orang ibu-ibu yang menggunakan gamis hitam tertangkap kamera tengah asyik selfie di depan makam putra sulung Gubernur Jawa Barat tersebut.
Meski hujan rintik-rintik, tiga ibu-ibu itu seolah tak peduli. Mereka asyik berfoto sambil sesekali tertawa.
Salah satu yang mengunggah video tersebut adalah akun Instagram gosip @lambeturah_official. Video tersebut pun memancing emosi banyak orang.
"Biar apa?" tulis caption dalam unggahan @lambeturah_official.
Unggahan tersebut pun mendapat banyak komentar dari warganet. Warganet menyayangkan aksi tiga ibu-ibu tersebut dan dianggap tak pantas dilakukan.
"Kalau viral ya begitu, pasti ada aja orang yang benar-benar enggak jelas kedatanganya. Kayak almarhumah Vanessa aja makamnya sampau mau hancur. Sebenarnya kirim doa di rumah sudah bagus loh, yang penting niat," ujar netizen.
"Lebih baik pulang buk, masak, nyiapin makan atau kalau enggak lempit-lempit baju yang habis dijemur," kata netizen.
"Enggak ada empati banget, lagian selfie di kuburan, buat apa?!" komentar netizen menimpali.
Berita Terkait
-
Lebih dari Sekadar Nilai Akademik: Mengapa Empati Adalah Kunci Masa Depan Anak?
-
Belajar Empati dari Buku Menjadi Manusia itu Susah, Ya!
-
Ketika Seragam Mengaburkan Empati: Tragedi Tual dan Psikologi Kekuasaan
-
Shaf Rapat tapi Empati Cacat
-
Budaya Adu Nasib di Media Sosial: Mengapa Kita Suka Membandingkan Penderitaan?
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- 7 Bedak Anti Luntur Kena Keringat saat Cuaca Panas, Makeup Tetap On Seharian
- Geger! Saiful Mujani Serukan "Gulingkan Prabowo": Dinasihati Nggak Bisa, Bisanya Hanya Dijatuhkan
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 4 HP Tahan Air yang Bisa Digunakan saat Berenang, Anti Rusak dan Anti Rewel
Pilihan
-
Berkas 4 Oknum BAIS TNI Tersangka Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Dilimpahkan ke Otmil
-
Resmi! Lurah Kalisari Dinonaktifkan Buntut Skandal Tangani Laporan di JAKI Pakai Foto AI
-
Efek Konflik Global: Plastik Langka, Pedagang Siomay hingga Penjual Jus Tercekik Biaya Produksi
-
Serangan Brutal di Istanbul, 3 Orang Tewas di Dekat Konsulat Israel
-
Piala AFF 2026: Kalahkan Malaysia, Timnas Futsal Indonesia Lolos ke Semifinal
Terkini
-
CSR BRI Peduli Salurkan 9.500 Paket Nutrisi dan Pemeriksaan Gratis Kepada Masyarakat
-
Karhutla Masih Membara, 4 Regu Manggala Agni Dikerahkan ke Bengkalis
-
Wakil Gubernur Bengkulu Ketemu Pemprov Riau Spill Rencana Pajak Sawit
-
Berkah Petani Sawit, Harga TBS Riau Tembus Rp4.007 per Kg
-
DPRD Soroti WFH ASN Pemprov Riau: Celah Libur Panjang, Tak Efektif Hemat BBM