Setiap hari burung itu dirawat dan dijaga. Ada empat orang yang menjaga taman dan burung yang ada di dalam.
Tugiyono salah satu penjaga Taman Burung itu mengatakan setiap hari Ia dan teman nya yang ditugaskan selalu merawat dan menjaga burung yang ada di dalam taman tersebut.
"Setiap pagi burung yang di dalam taman ini kami beri makan," kata Tugiyono di lokasi Taman Burung, Selasa (11/1/2022) petang.
Untuk makanan satu ekor elang, setiap harinya Tugiyono memberikan daging ikan, sementara untuk burung punai tanah dan merpati diberikan makanan dari jagung.
"Satu ekor Elang itu setiap pagi diberi makan 3 sampai 4 ekor ikan lele. Kalau Punai Tanah dan Merpati kami beri makan dedak pur dan jagung," jelasnya.
Lanjut Tugiono, Ia mendapatkan pakan burung itu dari Dinas Pariwisata Kabupaten Siak.
"Kalau lele dan pakan burung lainnya didapat dari anggaran Dinas Pariwisata Siak," lanjut Tugiyono.
Tidak hanya diberi makan, setiap minggunya burung elang itu juga dimandikan oleh petugas jaga.
"Elangnya seminggu sekali kami mandikan, biar badannya bersih," kata Dia.
Diakui Tugiyono, tidak ada keamanan burung yang akan di letak di taman tersebut. Hal itu disebabkan karena kondisi jaring - jaring agar burung tidak lepas sudah sangat memprihatinkan.
"Kalau diisi banyak burung tentu tidak aman juga karena kondisi jaring yang sudah bolong-bolong," ungkapnya.
Sudah tiga tahun Tugiyono bekerja untuk menjaga taman dan burung yang ada di situ.
Taman burung itu berada di Kecamatan Mempura, sekitar 200 meter dari Bundaran Tengku Agung Sultanah Latifah. Jika ditarik lurus dari depan pos Dishub sebelum jembatan, lebih dekat dan ada jalan setapak di sana.
Sementara jika dari Kantor Bupati sekitar 500 meter. Taman burung berdekatan dengan Kantor Pemadam Kebakaran, berjarak sekitar 50 meter.
Diketahui, terdapat 9 tiang di taman burung tersebut untuk menyangga jaring-jaring di atas. Jaring penutup yang digunakan juga sama persis dengan jaring yang biasanya nelayan gunakan untuk menangkap ikan.
Berita Terkait
-
Cerita Pengemudi Sampan di Sungai Siak, Gratiskan Anak Sekolah, Uang Bertambah Jika Ada Razia Polisi
-
Klaim Penyegaran, Kepala Dinas Berprestasi Nasional di Siak Dijadikan Staf Ahli
-
Minyak Goreng di Siak Susah Dicari, Warga: Sekali Ada Harganya Capai Rp25.000 Seliter
-
Jasad Nenek Cincin yang Tenggelam di Sungai Siak Akhirnya Ditemukan
-
Sketsa Marhum Pekan, Sosok Pendiri Pekanbaru yang Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Memantau Harimau yang Bikin Geger Warga di Pulau Burung Indragiri Hilir
-
Pengambilan Ijazah SMA-SMK Dipersulit Sekolah? Lapor ke Ombudsman Riau
-
Berawal dari 200 Kilogram, Usaha Gula Merah Rosidah Kini Tembus 500 Kilogram per Hari
-
Pemkab Siak Klaim Tangani 152 Km Jalan Kabupaten yang Rusak
-
Harimau di Indragiri Hilir Bikin Resah, BBKSDA Riau Pantau dengan Drone