- Pasutri SM dan MM ditangkap polisi di Pangkalankerinci karena mengeksploitasi tiga anak menjadi pengamen dan manusia silver.
- Pelaku memaksa ketiga korban mencari uang sebesar Rp250 ribu per hari selama tujuh bulan terakhir sejak pindah.
- Polsek Pangkalankerinci mengamankan pelaku pada 12 Juni 2026 setelah menerima laporan warga terkait adanya penyiksaan anak.
SuaraRiau.id - Pasangan suami istri (pasutri) di Pangkalankerinci Pelalawan ditangkap karena diduga memaksa tiga anak mengamen, mengemis, hingga menjadi manusia silver di persimpangan lampu merah.
Dirkrimum Polda Riau, Kombes Pol Hasyim Risahondua Siahaan menjelaskan pengungkapan kasus berawal dari laporan adanya anak-anak yang dieksploitasi untuk mencari uang di jalanan.
"Anak-anak tersebut diduga diperintahkan untuk mengamen, mengemis, dan menjadi manusia silver di lampu merah Jalan Lintas Timur, Pangkalankerinci. Mereka bahkan diberikan target pendapatan harian," ujarnya dikutip dari Riauonline--jaringan Suara.com, Minggu (14/6/2026).
Dugaan tindak pidana eksploitasi anak oleh SM dan suaminya MM diduga memanfaatkan tiga anak berusia 9 hingga 11 tahun untuk memperoleh keuntungan ekonomi.
Berdasarkan hasil penyelidikan Polsek Pangkalankerinci, para korban diduga diwajibkan mencari uang hingga Rp250 ribu per orang setiap hari.
Hasyim mengungkapkan aktivitas tersebut dilakukan sejak sekitar tujuh bulan terakhir setelah keluarga itu pindah ke Pangkalankerinci.
"Para korban diduga dipaksa bekerja mulai pukul 15.00 WIB hingga sekitar pukul 22.00 WIB. Jika target tidak tercapai, mereka mengaku takut mendapat kekerasan dari pelaku," jelasnya.
Kasus ini terungkap setelah sejumlah warga membawa ketiga anak tersebut ke Polsek Pangkalankerinci pada Jumat (12/6/2026) malam.
Saat itu, para korban mengaku enggan pulang ke rumah karena takut dipukul apabila tidak berhasil memenuhi target yang ditetapkan.
Mendapat laporan tersebut, Kapolsek Pangkalankerinci AKP Shilton bersama personel langsung mendatangi kediaman terduga pelaku di kawasan Simpang Kualo dan mengamankan keduanya untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Dari tangan terduga pelaku, polisi turut mengamankan barang bukti berupa dua unit ember yang digunakan sebagai tempat penampungan uang hasil mengemis dan mengamen.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
Terkini
-
Bisnis Makin Dinamis, BRI Hadirkan Kemudahan Finansial Lewat Qlola Mobile
-
Sambut Sumpah Pemuda, BRI Tebar Promo Spesial untuk Nasabah
-
Polisi Bunuh Ibu Kandung: Dinas di Biddokkes Polda Riau, Punya Riwayat Kontrol di RSJ
-
Kapolda Riau Ungkap Polisi Idap Skizofrenia Masih Dinas, Kini Diduga Bunuh Ibu Kandung
-
Polisi Bunuh Ibu Kandung Alami Gangguan Mental, Kok Masih Dinas di Polda Riau?