SuaraRiau.id - Kasus dugaan kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT terjadi di wilayah Kecamatan Senapelan, Kota Pekanbaru, akhir pekan kemarin.
Lantas, kasus ini pun mencuat dan viral di media sosial Facebook usai para tetangga menggerebek keributan yang terjadi di sebuah rumah wilayah tersebut.
Kapolsek Senapelan, Kompol Arry Prasetyo mengungkapkan, bahwa kasus ini sudah ditangani pihak polisi.
"Ya, untuk permasalahan keluarganya sudah berdamai di depan penyidik, karena keinginan kedua belah pihak," kata Kapolsek, Kamis (17/3/2022).
Lebih lanjut, Kanit Reskrim Polsek Senapelan AKP Abdul Halim menjelaskan bahwa peristiwa KDRT itu terjadi di Jalan Melur, GG Nenas, Senapelan Pekanbaru.
"Kasus tersebut terjadi di wilayah senapelan tepatnya di Jalan Melur Gg Nenas. KDRT dilakukan oleh suaminya sendiri," ungkapnya.
Ia mengungkapkan, kasus KDRT yang ramai dan viral di media sosial itu telah ditangani Polsek Senapelan.
"Kasus tersebut telah ditangani Polsek Senapelan," kata Halim.
Kanit Halim juga menambahkan bahwa suami istri tersebut berdamai dan tidak bersedia membuat laporan. Sementara kondisi korban hanya luka ringan.
Dari video yang beredar di media sosial, tampak seorang perempuan berdaster yang diperkirakan berusia sekitar 30-an diduga mengalami penganiayaan oleh suaminya sendiri.
Pada bagian kepala tampak darah mengucur dan menetes. Perempuan itupun terlihat lemas tak berdaya dalam tayangan video yang dibagikan warga tersebut.
Sementara di sisinya, terlihat diduga sang suami menggendong istrinya yang tak berdaya itu.
Para tetangga lantas datang dan berkerumun mengecam tindakan suami terhadap istrinya itu.
Video dugaan KDRT yang viral itu dibagikan akun media sosial Facebook bernama Rina Huang. Sampai hari ini, Kamis (17/3/2022) video itu sudah di-like sebanyak 1.244 ribu pengguna Facebook.
Dalam narasinya ditulis:
Berita Terkait
-
Polemik Ketua DPRD Pekanbaru, Hamdani Diganti Muhammad Sabarudi
-
3 Resiko Berkenalan dengan Seseorang Lewat Facebook, Siap?
-
Sketsa Marhum Pekan, Sosok Pendiri Pekanbaru yang Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
-
Oknum Polisi di Riau Jadi Kurir Narkoba Dipecat, Kapolda Iqbal: Merusak Institusi!
-
Sembarangan Buang Sampah di Pekanbaru Didenda Rp5 Juta
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
Ninja Sawit Terbongkar di Bengkalis, Bawa Muatan 1 Ton dalam Truk
-
Terseret Kasus Haji, Khalid Basalamah Tak Hubungi Ibnu Mas'ud: Urusan di Akhirat
-
Sapi Kurban Presiden untuk Warga Pekanbaru Punya Berat Capai 907 Kg
-
BRI Tebar Dividen Rp52,1 Triliun, Bukti Kinerja Solid & Komitmen ke Pemegang Saham
-
Alasan UMKM Lokal Siak Batal Dilibatkan di Proyek Seragam Gratis Rp7 Miliar