SuaraRiau.id - Seorang dokter di Inggris mengklaim bahwa pasien yang terpapar varian Omicron mengalami gejala yang hanya terjadi pada malam hari.
Pasien Covid-19 yang terinfeksi varian Omicron tersebut banyak mengeluarkan keringat di malam hari.
Dokter Amir Khan dari Layanan Kesehatan Nasional Inggris (NHS) menyebutkan, di antara lima pasien Covid-19, salah satunya mengalami gejala menonjol karena hanya muncul pada malam hari.
Mengutip Medical Daily, Senin (3/1/2022), dokter tersebut mencatat bahwa berkeringat di malam hari yang dialami pasien bisa menyebabkannya bangun dan berganti pakaian.
Disitat dari Antara, kejadian Ini bukan pertama kalinya para ahli mengamati keringat berlebih di malam hari pada pasien Covid-19.
Pada Desember lalu, sekelompok peneliti juga mencatat sebanyak 114 orang dari 212 peserta studi melaporkan banyak berkeringat sementara 102 dari mereka melaporkan berkeringat pada malam hari saat memerangi virus.
Sementara itu, penelitian berbeda yang diterbitkan Rumah Sakit Guizhou University beberapa waktu lalu menunjukkan keringat malam bisa menjadi gejala pertama pneumonia Covid-19.
Namun, laporan ilmiah itu tidak didukung bukti yang luas sehingga penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mendukung apa yang peneliti temukan. Meski demikian, beberapa ahli medis sejak itu mengakui keringat malam sebagai salah satu gejala infeksi Covid-19.
“Ini penting, dan penting bagi kita untuk tetap waspada terhadap gejala-gejala ini. Jika kita ingin melacak Omicron dan melacaknya di seluruh dunia, kita harus bisa menguji orang-orang dengan gejala ini,” kata Dr. Khan seperti dikutip dari New York Post.
Dibandingkan dengan varian Delta, Omicron dikatakan hanya menyebabkan Covid-19 bergejala ringan seperti tenggorokan gatal, nyeri otot ringan, kelelahan ekstrem, batuk kering dan keringat malam.
Hal senada diungkapkan dr Angelique Coetzee, dokter Afrika Selatan yang pertama kali membunyikan alarm pada varian Omicron.
Dia mengatakan, sebagian besar pasien Omicron menunjukkan gejala yang sangat ringan dari infeksi. (Antara)
Berita Terkait
-
Antisipasi Penularan Omicron, Pemkot Madiun Siagakan RS Rujukan
-
Masa Karantina Pelaku Perjalanan Luar Negeri Dipersingkat, Begini Kata KSP
-
Ditemukan 15 Kasus Omicron di Jakarta Barat, Wagub DKI Minta Warga Waspada
-
Kemenkes Tambah Berbagai Fasilitas Medis, Antisipasi Lonjakan Kasus Akibat Omicron
-
11 Karyawan Hotel di Bali Tes PCR Terkait Kasus Omicron Surabaya
Terpopuler
- Apa Manfaat dari Bedak Marcks? Kenali 5 Fungsi dan Keunggulan Variannya
- Urutan Skincare Pagi Wardah untuk Wajah Cerah Bebas Flek Hitam Usia 40 Tahun
- 7 Moisturizer Mengandung Formula Anti-aging untuk Wajah Kencang dan Awet Muda
- Respons Gibran Terkait Ijazah Dinilai Menyesatkan, Kuliah S1 Tak Otomatis Buktikan Tamat SMA
- Daftar HP RAM 12 GB Memori 512 GB untuk Multitasking, Cek Harga Terbarunya
Pilihan
-
Asap Karhutla Hari Ini Sudah Sampai Jakarta dan Banten!
-
Maruli Simanjuntak Disebut Dilantik Prabowo Jadi Wakil Panglima TNI, Kamis Sore Ini
-
Kompak Berpakaian Dinas Lengkap Sambangi Istana, Perwira Tinggi TNI Siap Dilantik Prabowo
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
Terkini
-
Atasi Kendala Penyeberangan Sungai, BRI Resmikan Jembatan Gantung di Cianjur
-
Realisasikan Ekonomi Kerakyatan, BRI Perkuat Koperasi Desa Merah Putih dan Hadirkan BRILink Agen
-
Riau Kembali Gelar Pemutihan Denda Pajak Kendaraan, Berlaku hingga 30 November
-
Pemkab Meranti Perpanjang Belajar Daring Imbas Kabut Asap Belum Reda
-
Pemprov Riau Diminta Ambil Langkah Nyata Terkait Dampak Kabut Asap Karhutla