- Sejumlah pekerjaan rumah tengah dihadapi Plt Gubernur Riau SF Hariyanto.
- PR tersebut di antaranya kebocoran PAD, tunda bayar hingga masalah Galian C.
- Pemprov Riau harus memutar otak untuk memastikan layanan publik berjalan.
SuaraRiau.id - Sejumlah persoalan masih menjadi pekerjaan rumah (PR) pasca satu tahun sejak pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau Abdul Wahid-SF Hariyanto.
Plt Gubernur Riau (Gubri) SF Hariyanto mengatakan, PR itu yakni masih adanya kebocoran pendapatan asli daerah (PAD) dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang diprediksi mencapai ratusan miliar.
Selain itu, maraknya galian C di wilayah Kabupaten Kampar, hingga merusak jalan dan lingkungan juga menjadi sorotan Pemprov Riau.
"Galian C saya lihat sangat banyak, habis jalan saya. Coba ESDM nanti cek apakah ada izinnya, bagaimana pengelolaannya, dan tanggung jawabnya. Kalau tidak bisa, nanti kita ganti lagi (pejabatnya)," kata SF Hariyanto dikutip dari Riauonline.co.id--jaringan Suara.com.
Plt Gubri meminta ESDM Riau untuk melakukan razia Galian C. Pasalnya, meskipun pengelola menyatakan akan bertanggung jawab, namun ia melihat bahwa banyak jalan rusak akibat truk dan galian tersebut.
SF Hariyanto menuturkan, selain itu Pemprov Riau masih harus memutar otak untuk memastikan layanan publik tetap berjalan di tengah kondisi fiskal daerah yang terbatas.
Apalagi, menurutnya, Riau masih memiliki utang tunda bayar kepada pihak ketiga serta tunda salur anggaran ke kabupaten/kota.
"Maka dari itu, pelayanan dasar akan menjadi fokus utama kita tahun ini. InsyaAllah pada tahun 2026 ini seluruh kewajiban, tunda bayar dan tunda salur dapat kita selesaikan secara bertahap dan tuntas," ungkap SF Hariyanto.
Sebagai Plt Gubri, pihaknya pertama-tama akan fokus memperbaiki keuangan Riau dengan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari berbagai sektor.
Langkah ini sedang dijalankan dengan membentuk tim optimalisasi PAD lintas instansi. Tim tersebut juga melibatkan DPRD serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) guna memastikan langkah yang diambil terintegrasi dan terukur.
Pemprov Riau juga mendorong agar investor menggunakan Bank Riau Kepri Syariah (BRK Syariah) untuk menguatkan perbankan daerah. Program ini pun sedang dalam proses untuk dijalankan.
"Kita optimis, potensi PAD bertambah hingga tiga sampai lima triliun pasti bisa kita dapatkan. Dengan kemandirian fiskal yang kuat, kita bisa menuntaskan persoalan infrastruktur dan mempercepat pemerataan pembangunan," tegas SF Hariyanto.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
SF Hariyanto Putar Otak Hadapi Kebocoran PAD, Tunda Bayar hingga Galian C
-
Tes Urine Serentak, 3 Anggota Polda Riau Ketahuan Positif Narkoba
-
KPK Periksa 3 Orang Terkait Korupsi Pembangunan Flyover SKA Pekanbaru, Siapa?
-
Jadwal Imsakiyah Ramadan di Pekanbaru, Selasa 24 Februari 2026
-
Petugas Kebersihan Kantor Gubernur Riau Dikabarkan Belum Gajian 2 Bulan