Scroll untuk membaca artikel
Eko Faizin
Rabu, 15 Desember 2021 | 11:47 WIB
Komut PT Pertamina (Persero), Basuki Tjahaja Purnama bersama dengan Komisaris dan Sekjen Kementerian ESDM Ego Syahrial, Direktur Pengembangan-Produksi Subholding Upstream Pertamina Taufik Aditiyawarman dan Dirut PHR Jaffee A Suardin. [Dok PHR]

Dari data yang terkumpul dibangun model berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence untuk peringatan dini otomatis jika terdapat anomali.

Sedangkan di Prabumulih, optimisasi operasional sumur dilakukan dengan menerapkan sistem Integrated Exception Management (IEM), sebuah alur kerja otomatis yang dibangun berdasarkan pengetahuan dan pengalaman para ahli di IODSC sesuai bidangnya yang ditanamkan di dalam IEM.

Sesuai roadmap yang telah disusun, tahun depan upaya perluasan digitalisasi ini dilanjutkan ke sejumlah WK lainnya di Regional Sumatera. Sedangkan perluasan ke regional lainnya di bawah Subholding Upstream Pertamina akan dilakukan pada 2023 mendatang.

Perluasan digitalisasi tersebut merupakan wujud upaya Pertamina untuk mengoptimalkan proses bisnis dengan teknologi digital yang tepat guna (fit-for purpose), memperkuat inovasi bisnis dan membangun kolaborasi guna mewujudkan operasi yang efisien.

Dalam kunjungan sebelumnya ke Minas pada pertengahan September lalu, Basuki mengapresiasi nilai tambah yang dihasilkan dari penerapan digitalisasi di WK Rokan dan mendorong perluasannya di operasi hulu migas Pertamina. Operasi yang efisien akan menyumbangkan devisa secara optimal bagi negara.

Menjawab tantangan tersebut, tim teknis dari Subholding Upstream, WK Rokan, WK Jambi Merang, dan WK Prabumulih berkolaborasi dengan metode agile scrum.

Metode tersebut merupakan sebuah kerangka kerja yang mengedepankan kecepatan dan fleksibilitas dalam menyelesaikan permasalahan. Hasilnya, tim teknis tersebut berhasil mewujudkan tahap pertama hanya dalam tempo dua bulan.

Perluasan digitalisasi dilakukan dengan pendekatan konsep “Software as a Service” (SaaS), dimana IODSC WK Rokan bertindak sebagai hub atau pusat kegiatan dalam menerima dan mengolah data kinerja peralatan dan data sumur produksi yang dikirimkan oleh WK Jambi Merang dan WK Prabumulih.

Metode SaaS ini dinilai paling efisien dan efektif baik dari sisi biaya dan waktu dengan mengoptimalkan fasilitas dan keberhasilan digitalisasi yang sudah ada.

Kolaborasi di antara WK migas Pertamina diharapkan dapat memperkuat standarisasi dan optimalisasi penerapan teknologi digital di seluruh regional di bawah Subholding Upstream Pertamina.

Load More