Areal lahan yang letaknya di Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis itu, dimanfaatkan mereka dengan banyak jenis bidang usaha yang digeluti. Mulai dari pertanian jenis cabai, timun, gambas, pinang, buah-buahan hingga sayur mayur.
Lalu ada juga peternakan ayam pedaging, bebek dan ayam kampung. Pun dengan kolam-kolam yang dibuat seluas empat hektare, mereka memanfaatkan itu untuk ternak ikan emas, lele, nila, patin dan gurami. Semuanya digeluti bersama-sama, seperti pola yang diterapkan Mus Mulyadi; gotong royong.
"Kita kerjanya bersama-sama, dulu ini merupakan inisiatif dari beberapa warga. Awalnya itu kami ternak lele di kolam 10x10 meter, setelah itu dilirik perusahaan migas, dibantu gali kolam, diberi pelatihan, pendampingan, dibantu bibit hingga pakan sampai kami berhasil," ungkapnya.
Aktivitas yang dijalani pria keturunan suku asli Riau dan kelompoknya ini merupakan investasi sosial PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), anak usaha BUMN PT Pertamina (Persero).
Awalnya, mereka memang lebih dulu dapat pembinaan PT Chevron Pacific Indonesia, tapi sejak alih kelola wilayah kerja Rokan atau Blok Rokan, warisan masyarakat berdaya ini jadi komitmen PHR untuk ditingkatkan supaya lebih berkembang.
Mus Mulyadi bercerita, selain modal usaha, Warga Sakai yang tergabung dalam kelompok pertanian terpadu juga diberikan ilmu yang mumpuni, mulai dari pelatihan manajemen hingga praktek lapangan.
Umumnya, masyarakat yang diambil untuk bergabung dalam kelompok tani binaan Pertamina yaitu warga kurang mampu, pemuda Sakai yang pengangguran hingga yang putus sekolah.
"Jadi nilai positifnya bagi sakai, kami mengenal cara tani yang menetap, merawat ikan dan berternak yang benar. Berkat pembinaan ini, kemandirian itu muncul sampai sekarang," kata Mus.
Saat-saat jaya, Mus menyebut, dalam sebulan, satu anggota kelompok pertanian terpadu Sakai bisa meraup pendapatan hingga setara UMR, bahkan kadang-kadang lebih.
Baca Juga: Kisah Orang Sakai Lulusan S2 Jerman, Hapus Stigma Terasing dan Tertinggal
"Dari segi masa panen kita bervariasi ya, sekarang lagi turun penghasilan sejak bencana 2017 itu. Tapi kami optimis di Desember 2021 ke atas nanti pendapatan bakal naik, sebab sudah dirancang dengan baik. Kalau dulu 2016 ke bawah, itu pendapatan tinggi sekali, bahkan kelompok kami sampai dapat Rp 40 juta bersih per bulan," jelasnya.
Dalam waktu sebulan, ia mengungkapkan ada puluhan kelompok tani yang jumlahnya terus bertambah, bisa meraup gaji Rp 1 juta hingga Rp 3 juta.
Kelompok pertanian terpadu Masyarakat Sakai ini, awalnya pada tahun 2013 berjumlah sekitar enam orang, kemudian bertambah jadi delapan orang, lalu 21 dan saat-saat berjaya pada medio tahun 2016 beranggotakan hingga 60 orang.
Dari banyaknya anggota kelompok masyarakat Sakai yang memanfaatkan lahan perladangan ini, rumah tangga mereka turut terbantu dari pendapatan hasil pertanian dan perikanan yang dibina PHR.
"Para anggota sampai bisa beli motor dari hasil ini, pendapatannya besar saat itu. Kalau sekarang ini ilmu sudah dapat, dan saya pribadi siap mengabdi untuk suku Sakai dalam mengembangkan pemberdayaan Pertamina ini di wilayah perbatinan Sakai lainnya," tuturnya.
Aset agraria ini menjadikan masyarakat Suku Sakai, yang tergabung dalam kelompok pertanian terpadu masyarakat Sakai Pematang Pudu, berdaya dan maju.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Curhat Travel Umrah Riau Akibat Harga Minyak Tinggi, Sawit Anjlok saat Rupiah Lemah
-
Ketika Aroma Rendang Kurban Akhiri Pelarian Napi Rutan Pekanbaru
-
Manggala Agni Terus Padamkan Karhutla Seluas 20 Hektare di Kandis Siak
-
Viral Pocong Bawa Parang Datangi Rumah Warga di Pelalawan, Polisi Turun Tangan
-
Lansia Tewas Terbakar-Suami Kritis, Polisi Tangkap 9 Orang di Bengkalis