- Pengusaha travel umrah di Riau mengeluhkan kondisi ekonomi terhadap calon jemaahnya.
- Naiknya harga minyak dunia dan sawit berdampa pada penjualan tiket penerbangan jemaah.
- Sementara itu, melemahnya rupiah atas dollar juga mempengaruhi biaya umrah lainnya.
SuaraRiau.id - Usaha biro perjalanan, haji dan umrah di Pekanbaru, Riau mengeluhkan dengan kondisi ekonomi yang terjadi sejak beberapa waktu belakangan ini.
Salah satu owner travel haji dan umrah, H Irma Romi Anto menyampaikan dampak naiknya harga minyak dunia terhadap penjualan tiket penerbangan jemaah.
"Sangat berdampak, terutama kami para pedagang tiket lebih kurang 5.000 seat untuk Juni-Juli 2026 yang cancel dikarenakan harga minyak yang tinggi," kata Romi kepada Suara.com, dikutip Kamis (28/5/2026).
Menurut pemilik PT NSK tersebut, dampak ini mengakibatkan biaya tiket mengalami kenaikan sekitar Rp4-6 juta untuk sekali keberangkatan pulang dan pergi.
Kondisi anjloknya harga sawit yang drastis, menurut Romi juga sangat mempengaruhi bisnis biro perjalanan miliknya.
"Turunnya harga sawit mempengaruhi calon jemaah umrah untuk melakukan pelunasan. Jadi kemungkinan besar akan ada penundaan ulang dari jemaah," curhatnya.
Dia menyatakan calon jemaahnya lebih banyak memfokuskan kebutuhan sehari-hari, termasuk angsuran pokok yang lain.
Kendala tak sampai di situ, melemahnya rupiah atas dollar juga mengakibatkan komponen-komponen biaya umrah seperti visa, hotel dan lainnya ikut melonjak.
"Ditambah lagi kondisi ekonomi Indonesia, dollar yang tinggi. Semua dibayar dengan dollar AS dan mata uang riyal Arab Saudi mengakibatkan kenaikan biaya umrah," terang Romi.
Lebih lanjut, dia juga menyoroti larangan Bank Indonesia memperjualbelikan barang dan jasa dalam bentuk mata uang asing.
Namun di sisi lain Kementerian Haji (Kemenhaj) menetapkan biaya porsi haji plus memakai merujuk nilai dollar Amerika.
"Di satu sisi Kemenhaj menetapkan untuk biaya porsi haji plus wajib 4.000 dollar Amerika. Jadi pedomannya dollar, itu peraturan Kemenhaj," ucap Romi.
"Sementara kami pelaku bisnis travel umrah dilarang mematok atau memasarkan paket kami dalam bentuk dollar," tambahnya.
Romi pun berharap, pemerintah segera memberikan kebijakan ekonomi agar dunia bisnis, termasuk pelaku usaha biro perjalanan berjalan semestinya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
OTT Kadishub Siak: Polisi Temukan Uang Tunai, tapi Masih Irit Penjelasan
-
Perlindungan Nasabah Jadi Prioritas, BRI Tingkatkan Sistem Keamanan Rekening
-
Kekayaan Plt Jampidsus Rudi Margono, Punya Kendaraan Cuma Motor Honda Lawas
-
Manggala Agni 'Gempur' Karhutla Seluas 7 Hektare di Rokan Hilir
-
KPK Buka Peluang Periksa Menhut Raja Juli Terkait Amplop Bupati Kuansing