SuaraRiau.id - Penerapan PPKM di Riau saat ini paling tinggi berada pada level 3. Seiring itu, kasus Covid-19 di Riau juga menunjukkan penurunan yang signifikan.
Meskipun begitu, aktivitas masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) walau saat ini sudah mulai ada kelonggaran.
Menurut Gubernur Riau Syamsuar, masyarakat jangan terlalu euforia lantaran pandemi masih belum berakhir dan bisa ada potensi muncul lagi.
Hal itu, ia sampaikan saat membuka kegiatan penggalangan dan peningkatan Kapasitas 1000 Relawan Covid-19 Wilayah Pekanbaru pada Senin 13 September 2021.
Syamsuar tidak ingin ada penularan Covid-19 yang tinggi di Riau.
"Kita tidak harapkan kalau kita turun kita euforia. Jadi, tak boleh abaikan prokes. Di beberapa negara sudah ada gelombang ketiga," jelasnya seperti dikutip dari Riauonline.co.id--jaringan Suara.com, Selasa (14/9/2021).
Lebih lanjut, Gubernur Syamsuar belum ada standar negara yang sukses menaklukkan Covid-19. Termasuk negara-negara maju.
Menurutnya, PPKM menjadi satu upaya pencegahan yang cukup menekan angka penyebaran Covid-19.
"PPKM merupakan satu upaya agar orang tidak keluar rumah dan membatasi aktivitas pergerakan. Kalau tidak ada pertemuan maka tidak akan ada kontak erat," kata Syamsuar.
Riau, ungkap dia, pernah hampir mendekati kasus di angka 10 ribu. Sekarang kasus aktif sekitar 2.119 yang sebagian besar merupakan kasus OTG.
"Sebaiknya yang OTG ini jangan isolasi di rumah. Kita tetap lakukan testing, tracing dan treatment. Kalau sudah dilakukan tes, maka langkah kita tepat," tutur mantan Bupati Siak itu.
Syamsuar menuturkan, ada penurunan jumlah pasien dirawat di faskes. Saat ini hanya sekitar 27 persen keterisian isolasi di faskes. Pihaknya sudah meminta kepada seluruh bupati dan wali kota. Meskipun kasus turun, kapasitasnya tidak boleh lagi diubah.
"Ini berkaitan dengan keamanan dan isolasi terpusat, tidak penuh lagi. Isolasi terpusat sekarang sudah disiapkan lagi sekian ribu tempat tidur. Itu tidak boleh diubah, karena kita harus siaga seandainya jika dilakukan treatment," paparnya.
Menurutnya, penting kerjasama dari semua komponen dan forkopimda termasuk para relawan yang ada di provinsi Riau ini. Maka ketika terjadi lonjakan semua bisa siap diatasi.
"Jadi tidak ada yang meninggal di mobil atau meninggal karena kekurangan oksigen. Kalau pemerintah saja yang kerja bisa keteteran," ulasnya.
Berita Terkait
-
Saat Pandemi, Harta Gubernur Riau Naik Jadi Rp 3,1 Miliar
-
Varian Delta Mengkhawatirkan, Warga Pekanbaru Diminta Selalu Waspada
-
Gubernur Riau Syamsuar: Warga Sekarang Antusias Ikut Vaksinasi, Kita Harus Maksimalkan
-
Kapolda, Pemprov dan LAM Riau Apresiasi Gerakan Segenggam Beras Gusdurian
-
Kampus PCR Undang Sandiaga Uno Jadi Keynote Speaker ABEC 2021
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Jadi Korban Teman Sendiri, 2 Warga Pekanbaru Diteror Tagihan Pinjol Puluhan Juta
-
Ketua Ormas PP Siak Jadi Tersangka Kecelakaan Maut, Polisi Terbitkan Surat Penahanan
-
Pemerintah Didesak Perjuangkan Hak Kelola Warga atas Eks Konsesi SRL di Pulau Rangsang
-
Syamsuar Berduka atas Kepergian Arwin AS: Dia Guru dan Mentor Terbaik
-
Operasi Lancang Kuning Belum Berakhir, Kecelakaan Renggut Nyawa Pelajar di Siak