SuaraRiau.id - Namanya Muhammad Azizan Alghifar (20). Remaja dari Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, ini mendapat beasiswa dari Pusat Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Rusia (PKR) untuk melanjutkan studi ke Universitas di Negara Rusia.
Menempuh studi di luar negeri lewat jalur beasiswa memang menjadi impian baginya sejak kecil. Pria yang akrab disapa Azis ini menjalani studi strata I di Jurusan Nuklir Nasional Universitas Moscow Teknik Fisika Institut (MEPhI).
Untuk mendapatkan beasiswa itu, Aziz telah mempersiapkannya sejak duduk di bangku sekolah di Madrasah Aliyah Negeri 1 Teluk Kuantan. Selain Aziz, ada 161 pelajar seluruh indonesia yang lulus seleksi pada tahun 2020.
Rusia menjadi salah satu negara yang menawarkan beasiswa kepada mahasiswa asal Indonesia. Rata-rata universitas di Rusia mensyaratkan mahasiswanya untuk menguasai bahasa Rusia dan Inggris.
Anak dari pasangan Hendri dan Nita Kurnia ini telah mengikuti sekolah persiapan, yaitu sekolah bahasa selama satu tahun untuk masuk ke universitas di Rusia tersebut.
"Saya sudah mendapat balasan email untuk pergi ke Rusia menuntut ilmu secara kuliah normal, kalau tidak ada halangan sudah dikonfirmasi pertengahan bulan September ini," kata Azis, Selasa (30/8/2021).
Azis telah berabung di Universitas impiannya sejak setahun belakangan ini. Namun karena pandemi Covid-19, Aziz mengikuti kuliah melalui daring. Pada pertengahan September 2021, dijadwalkan Azis akan berangkat ke negeri beruang putih itu.
Ia menceritakan bagaimana mendapat beasiswa tersebut. Awalnya Aziz mencoba mendaftar beasiswa yang tersedia di website kampus.
Aziz juga lulus di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk jurusan teknik perkapalan. Namun ia memilih untuk berangkat melanjutkan studi ke luar negeri.
Baca Juga: Jokowi Minta Pelajar Tetap Disiplin Prokes saat Pembelajaran Tatap Muka
"Setelah satu hari kelulusan itu (ITS), saya juga mendapatkan balasan email dan diterima melalui jalur beasiswa di Universitas Teknik Nuklir. Tanpa ragu saya langsung putuskan tekad saya untuk berangkat kuliah di sana," katanya.
Azis mengaku mempunyai cita-cita mendirikan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) dan mengembangkan energi nuklir di tanah air Indonesia dan yang akan mengelola adalah anak-anak negri.
Orangtua Aziz, Hendri mengaku, anaknya mempunyai semangat tinggi untuk mencapai cita-cita sekolah ke luar negri itu.
Dia melihat Azis sebagai anak yang penurut, tapi juga keras dalam satu hal dan keinginan yang akan dicapai. Sebagai anak tunggal, Azis juga tidak pernah membebankan orangtua.
"Saya melihat Azis kecil dia memang gemar membaca buku, yang dibaca menceritakan luar negeri, buku buku sejarah, kemajuan teknologi dan di waktu senggang ia juga baca komik. Dulu, kalau orang tua pergi ke Pekanbaru, Azis kecil selalu minta belikan buku di gramedia," ungkapnya.
Sebagai orang biasa yang merupakan anak kampung dan keluarga jauh dari kota, dapat beasiswa ke luar negeri merupakan anugerah yang tak terhingga dari yang maha kuasa.
Tag
Berita Terkait
-
Kisah Pele Pernah Menyamar Jadi Pilot agar Lolos dari Kudeta di Nigeria
-
LENGKAP Kisah Cinta Maia Estianty dan Irwan Mussry, Pesimis Dijodohkan Sejak SMP
-
Kisah Bayi Usia 21 Hari Selamat dari Kebakaran, Rumah Habis Dilalap Api
-
Kisah Sayed Sadaat, Mantan Menteri Afghanistan Kini Jadi Kurir di Jerman
-
Viral Kisah Anak Kembar Menikah Bareng, Kamar Diberi Nama Agar Suami Tak Tertukar
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Harga Sawit Anjlok Pasca Pidato Prabowo, PKS di Riau Diimbau Beli TBS Sesuai Aturan
-
Guru Honorer di Riau Mengajar hingga Akhir 2026, Gaji Diambil dari Dana BOS
-
Kebijakan Ekspor Satu Pintu Jangan Sampai Ciptakan Kepanikan Petani Sawit
-
Bareskrim Polri Selidiki Blackout Sumatera, Bawa Barang Bukti ke Puslabfor
-
Sopir Truk MinyaKita Tewas Diikat, Kepala Dilakban Ternyata Dihabisi Rekan