SuaraRiau.id - Ustaz Felix Siauw pernah menyebut bahwa sistem Islam minim kecurangan karena semuanya dikontrol secara ketat.Pernyataannya tersebut, ia disampaikannya lewat Twitter pada Mei 2021 lalu.
Dalam cuitannya itu, Felix Siauw mulanya mengungkapkan soal Khalifah Umar yang pernah meminta anaknya, Abdullah untuk tidak disertakan dalam pemilihan Khalifah.
“Khalifah Umar, minta anaknya Abdullah di-exclude dalam proses pemilihan khalifah setelah beliau, katanya, supaya nggak ada 2 musibah di keluarga Umar,” tulis penceramah bernama lengkap Siauw Chen Kwok dikutip dari Hops.id--jaringan Suara.com, Rabu (11/8/2021).
Felix Siauw pun kemudian menjelaskan bahwa secara pandangan individu, harta dan jabatan yang lebih itu adalah fitnah atau musibah.
Secara sistem, Felix Siauw, kaya jabatan itu merupakan amanah yang tidak bisa atau boleh diberikan kepada orang yang tak berkompetensi.
“Jadi secara pandangan individu Muslim, harta dan jabatan yang lebih sama dengan fitnah/musibah lebih. Secara sistem, jabatan itu amanah, yang nggak akan bisa atau boleh dikasih pada pendukung tanpa kompetensi,” ungkapnya.
Felix Siauw pun mengatakan wajar saja jika banyak orang yang menolak sistem Islam lantaran dengan sistem Islam, kecurangan jadi minim karena semuanya dikontrol secara ketat.
“Jadi wajar aja ada orang-orang yang gamau sistem Islam. Karena kecurangan bakal minimal. Secara individu, masyarakat, dan negara, semua dikontrol ketat,” jelas Felix.
Terkait pernyataan Felix tersebut, akun Twitter tokoh NU, Gus Nadirsyah Hosen alias Gus Nadir pun memberikan reaksi.
Dia menyajikan fakta kepada Felix Siauw soal sejarah di zaman kekhalifahan. Menurut akun Gus Nadir, pada abad ke-13, Kekhalifahan Abbasiyah pernah bangkrut dan rakyatnya menderita.
Selain itu, ibunda Khalifah saat itu juga melakukan korupsi. Lebih lanjut, akun Gus Nadir membeberkan bahwa kala itu ada terowongan bawah tanah yang penuh dengan permata dan jutaan dinar milik ibunda sang Khalifah.
Akun Gus Nadir pun kemudian mempertanyakan kepada Felix Siauw, apakah sistem Islam yang demikian yang dia maksud.
Tak hanya itu, Gus Nadir juga membandingkan dengan negara Finlandia. Katanya, Finlandia tidak memakai sistem khilafah tapi korupsinya bisa minimal.
“Di masa Khalifah ke-13 Abbasiyah, al-Mu’tazz, negara bangkrut & rakyat menderita. Lihat saja korupsi ibunya Khalifah. Ada terowongan bawah tanah penuh permata dan jutaan dinar milik sang ibu. Sistem Islam yg kayak gini? Finlandia gak pakai sistem khilafah tp korupsinya minimal,” cuit akun Gus Nadir.
Cuitan akun Gus Nadir itu lantas mendapat beragam respons komentar dari warganet Twitter.
Berita Terkait
-
Gus Nadir dan Habib Bakar Debat Panas Bahas Menag Yaqut Ucapkan Selamat Hari Raya Baha'i
-
Gus Nadir Angkat Suara Soal Gus Najih yang Dipolisikan: Ulama Minta Maaf Mulia
-
Gus Najih Dipolisikan, Gus Nadir Sarankan Minta Maaf
-
Gus Nadir Bela Ustadz Somad: Babi Boleh Dimakan dalam Kondisi Darurat
-
Keras! Gus Nadir Soal Masjid Nekat Gelar Salat Jumat: Kalian Sembah Allah atau Ego?
Terpopuler
- 43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Maret 2026: Klaim 10 Ribu Gems dan Kartu Legenda
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- 8 Rekomendasi Moisturizer Terbaik untuk Mencerahkan Wajah Jelang Lebaran
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Siapa Istri Zendhy Kusuma? Ini Profil Evi Santi Rahayu yang Polisikan Owner Bibi Kelinci
Pilihan
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran Selesai Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
-
BREAKING NEWS: Mantan Pj Gubernur Sulsel Tersangka Korupsi Bibit Nanas
-
Trump Cetak Sejarah di AS: Presiden Pertama yang Berperang Tanpa Didukung Warganya
-
IHSG Keok 3,27 Persen Terimbas Konflik Iran-AS, Bos BEI: Kita Sudah Kuat!
Terkini
-
Ajudan Gubernur Riau Abdul Wahid Jadi Tersangka Kasus Pemerasan
-
Truk Besar Dilarang Lewat Tol Pekanbaru-Dumai Mulai 13 Maret 2026
-
Jadwal Buka Puasa Pekanbaru dan Sekitarnya, Senin 9 Maret 2026
-
Menko Yusril Tanggapi Vonis Bebas Khariq Anhar dkk
-
Di Tengah Ketidakpastian Global, Perbanas Dorong Perbankan Perkuat Manajemen Risiko