SuaraRiau.id - Dokter Tigor Silaban dikenal sebagai sosok yang mengabdikan dirinya sebagai dokter di bumi cenderawasih, Papua. Ia dikenal sebagai dokter yang bersedia untuk tidak dibayar saat bertugas di wilayah terpencil dan pelosok.
Kiprah Dokter Tigor Silaban di pedalaman Papua pun menjadi legenda. Tigor mengobati pasien di wilayah pelosok tanpa memedulikan bayaran yang dia terima.
Meski dia juga memiliki kesempatan untuk mengabdi di tempat lain dengan nilai gaji yang fantastis. Tapi Tigor tidak melakukannya.
Namun, ia kini berpulang menghadap Sang Kuasa pada Sabtu (7/8/2021) setelah berjuang melawan Covid-19.
Pada tahun 1978, mendiang Tigor Silaban membuat sebuah janji kepada Tuhan yang dia ketik dalam sebuah kertas seperti yang diihat di akun twitter Pengamat Transportasi Darmaningtyas di @darmaningtyas, Sabtu (7/8/2021):
Janji Kepada Tuhan
Kalau Tuhan meluluskan saya sebaai Dokter di FKUI, saya berjanji kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh dan dengan sepenuh hati dan akal budi saya , bahwa:
- Saya akan bekerja sebagai Dokter di tempat yang jauh sekali dari Jakarta, dan saya akan bekerja lebih banyak di daerah-daerah pedalaman.
- Saya tidak akan pernah membuka pratek Dokter swasta/ mandiri/ partikelir.
- Saya tidak akan pernah meminta uang jasa kepada masyarakat ataupun perorangan atas pekerjaan Dokter saya.
- Saya hanya akan bekerja sebagai Dokter di institusi pemerintah atau swasta, dan merekalah yang harus membayar saya sesuai dengan hak saya.
Demikianlah janji ini saya ucapkan pada hari Minggu tanggal 15 Januari 1978 jam 23.00 WIB di tepi pantai Ancol, semoga kiranya Tuhan akan selalu menolong dan menguatkan saya dalam menjalankan janji ini. Jakarta , 15 Januari 1978
Saya yang berjanji,
(==Tigor Silaban==)
Semasa muda, Tigor tak menyangka jika kuliahnya di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada 1972 terus berlanjut.
Ia mengaku malas mempelajari teori dalam perkuliahan. Jika ia gagal dan harus tinggal kelas rencananya ia akan pindah kuliah di Fakultas Teknik Arsitektur, mengkuti jejak ayahnya Friedrich Silaban sebagai arsitek. Friedrich adalah perancang Masjid Istiqlal.
Lulus dari UI, ia menjadi tenaga kesehatan di Puskemas Bokondini mulai tahun 1979. Jauh dari keramaian Jakarta, puskesmas itu ada di pedalaman Kabupaten Jayawijaya. Namun, di tengah keterbatasan infrastruktur, sarana transportasi, dan rawan gangguan keamanan, Tigor tidak pernah menyesali pilihannya.
Suami dari Joan Maureen Tielman ini sangat mencintai Papua. Di setiap unggahannya di laman Facebook pribadinya yakni Tigor Silaban, dia selalu menuliskan kata-kata “I Love Papua”.
Rupanya Tigor memang sangat mencintai Papua. Dia kuat berjalan kaki menapaki gunung dan sungai hingga berhari-hari agar warga pedalaman Papua mendapatkan akses kesehatan yang sama.
Tigor juga mengembangkan radio komunikasi yang sangat membantu untuk koordinasi dengan Jayapura dan daerah-daerah terpencil. Tigor pun membangun jaringan radio di seluruh puskesmas.
Berita Terkait
-
Mensos Tri Rismaharini ke ITS, Motor Listrik Gesits Siap Dimodifikasi
-
Kaum Muda Papua Nugini Deklarasi Dukung Kemerdekaan Papua Barat
-
Polisi Reka Ulang Detik-detik Pembunuhan Pengusaha Emas di Jayapura
-
Dilaporkan Karena Dugaan Makar, Ini Penjelasan Direktur LBH Bali
-
Tigor Silaban: Legenda Dokter di Zona Merah Pedalaman Papua
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Jaksa Panggil Setwan Terkait Tunjangan Perumahan Dinas Anggota DPRD Siak
-
BRI dan Kemenpora Perkuat Masa Depan Atlet SEA Games 2025
-
Indonesia Berprestasi di SEA Games 2025, Menpora: BRI akan Transfer ke Rekening Atlet dan Pelatih
-
4 Mobil Bekas 100 Jutaan untuk Keluarga, Mesin Bandel dan Kabin Nyaman
-
3 Mobil Suzuki Bekas 7-8 Penumpang, Desain Gagah dan Fleksibel